Prabowo Minta Warga Rekam Oknum Aparat Nakal, Bisa Lapor Langsung
Prabowo minta masyarakat rekam aparat nakal dan lapor langsung. Instruksi tegas bersih-bersih korupsi di seluruh lembaga pemerintah.
Suasana sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata dengan terdakwa Sri Purnomo di Tipikor Jogja, Rabu (18/2/2026). Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Kesaksian dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata dengan terdakwa Sri Purnomo kembali menguatkan dugaan bahwa program hibah tersebut digunakan untuk kepentingan politik Pilkada Sleman 2020.
Andri Prasetyo, staf Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman, membenarkan di hadapan jaksa penuntut umum (JPU) bahwa dana hibah pariwisata bagi kelompok sadar wisata (pokdarwis) dimanfaatkan untuk mengondisikan pemenangan pasangan Kustini Sri Purnomo–Danang Maharsa.
“Yang saya tahu, bantuan itu untuk membantu pengondisian pemenangan pasangan Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa. Saya ditugasi membuat format atau contoh proposal bagi pokdarwis, lalu format itu disebarkan,” ujar Andri saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Yogyakarta, Rabu (18/2/2026).
Format Proposal Dibuat Terpusat
Andri mengaku mengetahui informasi mengenai dana hibah pariwisata tersebut dari Ketua DPC PDIP Kabupaten Sleman kala itu, Koeswanto. Informasi tersebut muncul dalam forum konsolidasi partai menjelang Pilkada Sleman 2020 yang dihadiri struktural partai dan koordinator tingkat kapanewon.
Meski tidak mengikuti rapat sejak awal, Andri mengaku dipanggil ke aula di tengah pertemuan untuk diminta membantu menyusun format proposal hibah pariwisata bagi pokdarwis.
“Format proposal kemudian didistribusikan ke kelompok-kelompok melalui koordinator partai di masing-masing kapanewon,” katanya.
Ia menyebut sekitar 30 proposal masuk melalui PDIP dan seluruhnya diserahkan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Proposal tersebut berasal dari 17 kapanewon dan seluruhnya disebut memperoleh bantuan hibah.
“Rekap penerima tidak saya catat. Tapi informasi yang saya terima dari koordinator kapanewon, semua proposal yang diajukan mendapatkan bantuan,” sambungnya.
Kesaksian senada disampaikan Raden Heru Prasetyo Wibowo, Lurah Sendangagung, Kapanewon Minggir. Ia mengaku mengetahui informasi mengenai dana hibah pariwisata juga dari Koeswanto.
“Intinya untuk pengondisian pemenangan Kustini Sri Purnomo–Danang Maharsa. Karena Sendangagung merupakan basis PDIP, informasi itu saya sampaikan ke sejumlah kelompok masyarakat,” ungkapnya di persidangan.
Ia menjelaskan, terdapat empat kelompok di Kalurahan Sendangagung yang mengajukan proposal hibah pariwisata, yakni Pokdarwis Sendang Kreo, Sweet Garden, Kaliwunggu, dan Sendang Santimoro. Proposal tersebut diserahkan melalui Tri Widodo, pengurus PAC PDIP Minggir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prabowo minta masyarakat rekam aparat nakal dan lapor langsung. Instruksi tegas bersih-bersih korupsi di seluruh lembaga pemerintah.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.