PLN Pastikan Listrik Flores Kembali Normal Pascagempa M7,7
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). ANTARA/Aria Cindyara
Harianjogja.com, JAKARTA—Situasi global yang diwarnai konflik berkepanjangan dan merosotnya kepercayaan antarnegara mendorong Indonesia menegaskan kembali arah politik luar negeri yang berlandaskan perdamaian, persahabatan, dan kerja sama internasional. Komitmen tersebut disampaikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Dalam forum ekonomi global tersebut, Prabowo menyoroti tantangan dunia yang kian kompleks akibat perang yang tak kunjung usai serta melemahnya relasi antarmanusia dan antarbangsa. Kondisi itu, menurutnya, menuntut setiap negara mengambil sikap yang tegas namun tetap seimbang demi menjaga stabilitas global.
"Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa perdamaian dan stabilitas adalah aset kita yang paling berharga. Perdamaian dan stabilitas merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran," katanya.
Presiden menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia secara konsisten dijalankan dengan mengedepankan persatuan, dialog, dan kolaborasi, bukan konfrontasi. Pendekatan tersebut menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dunia.
"Itu (perdamaian di RI, red) terjadi karena kami, Indonesia, selalu memilih persatuan dibandingkan perpecahan, persahabatan dan kolaborasi dibandingkan konfrontasi dan selalu persahabatan dibandingkan permusuhan," katanya.
Prabowo menilai stabilitas dan perdamaian yang terjaga di Indonesia bukan terjadi secara kebetulan, melainkan merupakan hasil dari pilihan strategis yang diambil secara sadar dan dijalankan secara berkelanjutan oleh negara. Sikap tersebut, lanjutnya, menjadi modal utama dalam membangun kredibilitas Indonesia di mata internasional.
Ia mengingatkan bahwa hilangnya kepercayaan global akan berdampak besar dan membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan, sehingga prinsip politik luar negeri Indonesia harus terus dijaga secara konsisten.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan prinsip Indonesia untuk menjadi sahabat bagi seluruh negara tanpa memusuhi pihak mana pun. Melalui politik luar negeri yang bebas dan aktif, Indonesia berupaya berkontribusi dalam membangun tatanan dunia yang damai, adil, dan sejahtera.
"Saya menantikan kehadiran anda semua di Indonesia, karena pada bulan Juni di Bali kami akan menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit bersama World Economic Forum," katanya.
Ajakan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen Indonesia untuk terus membuka ruang dialog global dan memperkuat kerja sama internasional melalui forum Ocean Impact Summit yang akan digelar di Bali pada Juni mendatang, bekerja sama dengan World Economic Forum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.
Sejarah upacara penurunan bendera 17 Agustus bermula di Gedung Agung Jogja pada 1946 dan berkembang menjadi tradisi kenegaraan hingga kini.
Pilur Gunungkidul 2026 digelar 26 September dengan 230 TPS di 31 kalurahan. DPT ditetapkan 24 Agustus.
Gempa M6,2 mengguncang Sulawesi Tengah pada Sabtu malam. BNPB mencatat satu orang meninggal dan dua gedung kantor rusak.
Batik Sembung di Kulonprogo membuat kain batik sepanjang 8,1 meter untuk memperingati HUT ke-81 RI dan menyuarakan pesan persatuan bangsa.
Thailand siapkan overhaul pajak kendaraan setelah Indonesia rayu Toyota pindahkan produksi. Tarif cukai lebih rendah untuk produsen lokal, lebih tinggi untuk CB