PKB Kumpulkan 250 Pesantren, Bahas Kasus Kekerasan Seksual
PKB gelar Temu Nasional Pesantren 2026 bahas kasus kekerasan seksual. Libatkan pemerintah dan 250 pesantren untuk solusi bersama.
Banjir di Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim), Jumat (23/1/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)
Harianjogja.com, JAKARTA—Banjir kiriman dari Sungai Ciliwung dan Bendung Katulampa, Bogor, kembali merendam kawasan Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur. Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 130 sentimeter.
Camat Jatinegara Endang Kartika mengatakan banjir mulai terjadi sejak Kamis (22/1/2026) sore dan merupakan banjir kiriman tahap kedua akibat meningkatnya debit air di hulu.
“Iya, ini banjir kiriman dari Ciliwung dan Katulampa karena debit air di sana naik. Banjir ini terjadi sejak Kamis sore, dan ini merupakan tahap kedua,” ujar Endang saat ditemui di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jumat (23/1/2026).
Menurut Endang, banjir sempat surut sebelum kembali naik pada dini hari. Kenaikan air dipicu meningkatnya status Bendung Katulampa yang kembali mengalami kenaikan debit.
“Tadinya sempat surut, namun Katulampa naik kembali. Sekitar pukul 02.00 WIB air mulai naik hingga mencapai 130 sentimeter,” katanya.
Ia menjelaskan banjir tersebut murni berasal dari kiriman air hulu seiring meningkatnya debit Sungai Ciliwung. Hingga saat ini, Bendung Katulampa masih berada pada status Siaga 3.
“Kondisi Katulampa masih Siaga 3. Alhamdulillah kami sudah bersiaga membantu warga. Di wilayah Kebon Pala, air sudah mulai surut di kisaran 125 sentimeter,” ujarnya.
Meski genangan masih cukup tinggi, Endang memastikan belum ada warga yang mengungsi ke lokasi pengungsian resmi. Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah dengan menempati lantai dua, sementara lainnya mengungsi ke rumah kerabat.
“Untuk sementara belum ada pengungsian. Warga di beberapa titik Jatinegara sudah mempersiapkan diri,” katanya.
Pihak Kecamatan Jatinegara terus melakukan pemantauan di wilayah rawan banjir dan bersiaga mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila debit air di hulu kembali meningkat.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir masih menggenangi 125 Rukun Tetangga (RT) dan 14 ruas jalan hingga Jumat pagi.
“Kami mencatat saat ini terdapat 125 RT dan 14 ruas jalan yang masih tergenang,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, di Jakarta.
Menurut Yohan, pada Kamis malam banjir sempat merendam 132 RT. Genangan kemudian berangsur surut hingga tersisa 106 RT pada Jumat dini hari. Namun, pada Jumat pagi banjir kembali meluas.
“Banjir kembali meluas dan menggenangi 125 RT di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur,” jelasnya.
Selain permukiman, banjir juga menggenangi 14 ruas jalan dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 65 sentimeter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PKB gelar Temu Nasional Pesantren 2026 bahas kasus kekerasan seksual. Libatkan pemerintah dan 250 pesantren untuk solusi bersama.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.