Mentrans Dorong Hunian Vertikal Tipe 45 di Lokasi Transmigrasi
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Sejumlah warga melihat dari jauh fenomena sinkhole yang terjadi di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (6/1/2026). Antara/Fandi Yogari
Harianjogja.com, SUMBAR— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, menyebut pergerakan tanah masih terus terjadi di lokasi fenomena sinkhole atau tanah ambles di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari.
Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD Limapuluh Kota Alexandra mengatakan, untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar, petugas telah memasang garis polisi di sekitar lokasi sinkhole.
“Hingga saat ini pergerakan tanah masih terus terjadi dan hal ini telah diantisipasi dengan pemasangan garis polisi di sekitar sinkhole,” kata Alexandra, Selasa.
Dari hasil pendataan awal, lubang tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar tujuh meter, dan kedalaman mencapai 5,7 meter. BPBD bersama aparat kepolisian dan pemerintah setempat khawatir lubang dapat semakin melebar dan membahayakan keselamatan warga.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar mematuhi peringatan dan tidak melintasi garis polisi di sekitar tanah yang berlubang,” ujarnya.
Sementara itu, ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi Ade Edward menjelaskan, fenomena sinkhole lazim terjadi di kawasan batu kapur, termasuk di Nagari Situjua Batua, Kabupaten Limapuluh Kota.
Menurutnya, wilayah tersebut merupakan kawasan batu kapur yang tertutup material erupsi Gunung Sago, sehingga karakteristik batuan dasarnya tidak terlihat secara kasat mata. Lahan di kawasan ini dikenal subur dan banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai area pertanian.
“Batuan kapur mudah larut oleh air hujan. Proses pelarutan ini memicu terbentuknya rongga bawah tanah yang lama-kelamaan runtuh dan membentuk lubang besar atau sinkhole,” jelas Ade.
Ia menyarankan agar pemerintah daerah dan masyarakat segera melakukan penanganan darurat dengan menutup atau menimbun lubang menggunakan material tanah, pasir, dan batu, hingga dilakukan pengecoran untuk mencegah risiko kecelakaan.
“Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru di Situjuah. Masyarakat setempat menyebutnya Sawah Luluih,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.
Pemkab Temanggung merintis program SMP negeri gratis mulai 2027 dengan bantuan Rp300 ribu per siswa sebagai langkah menuju pendidikan gratis.