Harga Pangan Hari Ini, Telur Rp29.600 dan Bawang Merah Rp42.150
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Kemenkes menyiagakan antibisa ular di puskesmas rujukan wilayah Baduy untuk mengantisipasi risiko gigitan saat warga beraktivitas di ladang. /Antara.
Harianjogja.com, LEBAK—Kementerian Kesehatan menaruh perhatian khusus terhadap risiko gigitan ular di wilayah adat Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, dengan menyiagakan antibisa di puskesmas rujukan yang memiliki tenaga kesehatan terlatih.
Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan kesiapsiagaan antibisa ular menjadi penting mengingat sebagian besar masyarakat Baduy beraktivitas sebagai petani di ladang dan kawasan hutan yang rawan gigitan satwa berbisa.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga layanan kesehatan masyarakat adat, terutama pada kondisi darurat yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.
Menurut Kunta, antibisa ular atau antivenom tidak dapat diberikan secara sembarangan dan harus melalui prosedur medis yang ketat.
“Kalau antibisa kan tidak bisa sembarangan. Itu harus dicek dengan cukup. Antibisa sudah tersedia di puskesmas, tapi memang tidak banyak,” ujarnya di Jakarta, Kamis.
Apabila terjadi kasus gigitan ular, penanganan awal dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran racun sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memiliki antibisa.
Kunta mengakui jarak tempuh menuju puskesmas rujukan dari wilayah Baduy dapat mencapai sekitar satu setengah jam perjalanan. Meski demikian, Kemenkes memastikan koordinasi lintas layanan terus dilakukan agar penanganan dapat diberikan secepat mungkin.
“Minimal diikat dulu supaya tidak menyebar. Nanti puskesmas akan datang memberikan penanganan,” katanya.
Selain kesiapsiagaan antibisa, Kemenkes juga terus memperkuat layanan kesehatan dasar di wilayah Baduy melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan edukasi kepada masyarakat.
“Yang paling penting mereka mau cek kesehatan. Dari situ kita bisa tahu betul apa masalahnya,” ujar Kunta.
Di sisi lain, masyarakat Baduy menilai ketersediaan antibisa ular masih menjadi kebutuhan penting. Narja, warga Desa Cihuni, Baduy Luar, mengatakan risiko gigitan ular cukup tinggi saat warga bekerja di ladang.
Menurut dia, antibisa tidak diminta tersedia dalam jumlah besar, melainkan sebagai langkah antisipasi dalam kondisi darurat.
“Bukan nyediain, tapi buat jaga antisipasi saja. Masalah obat bisa itu, Pak Kapus juga sering nangis, soalnya susah, nggak ada,” tuturnya.
Kesiapsiagaan antibisa ular di wilayah Baduy diharapkan dapat meminimalkan risiko fatal akibat gigitan ular, sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan bagi masyarakat adat yang tinggal di wilayah terpencil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.