Hizbullah Klaim Luncurkan 20 Serangan ke Tentara Israel
Hizbullah mengklaim melakukan 20 operasi militer terhadap tentara Israel di Lebanon selatan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata.
Kapal tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, LAMPUNG—Operasi pencarian delapan anak buah kapal (ABK) KM Maulana 30 yang hilang akibat kebakaran kapal di perairan selatan Tanggamus, Lampung, resmi dihentikan Tim SAR Gabungan setelah berlangsung selama tujuh hari tanpa hasil.
Penghentian pencarian dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas terkait operasi SAR kecelakaan laut. Selama proses pencarian, berbagai unsur dikerahkan, mulai dari kapal SAR, kapal patroli, hingga pesawat udara, namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansah, menyatakan operasi SAR dapat kembali dibuka apabila terdapat informasi baru terkait delapan ABK yang hilang. Saat ini, pemantauan tetap dilakukan sembari menunggu perkembangan di lapangan.
Operasi SAR Gabungan melibatkan KN SAR 224 Basudewa, dua kapal patroli milik Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), serta satu pesawat ATR 62-500 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun hingga hari ketujuh pencarian, korban belum ditemukan.
KM Maulana 30 diketahui berangkat dari Jakarta pada Selasa (16/12/2025) dengan membawa 33 ABK untuk melaut di Samudra Hindia. Kapal tersebut terbakar pada Sabtu (20/12/2025) di perairan selatan Tanggamus, menyebabkan seluruh ABK terjun ke laut.
“Operasi SAR telah dilaksanakan sesuai rencana operasi dan perhitungan SAR Map Prediction. Namun hingga hari ketujuh, korban belum ditemukan,” ujarnya, Sabtu.
Deden menjelaskan, sesuai SOP Basarnas, pencarian dilakukan selama tujuh hari berturut-turut. Karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR resmi dihentikan dan dilanjutkan dengan tahap pemantauan.
Meski demikian, ia menegaskan operasi pencarian dapat kembali dibuka apabila terdapat informasi baru terkait keberadaan para korban. Penghentian operasi juga telah dikoordinasikan dengan pihak keluarga korban.
“Setelah berkoordinasi dengan keluarga korban, operasi SAR kecelakaan kapal KM Maulana 30 resmi dihentikan. Seluruh unsur SAR dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” katanya.
Berdasarkan data, KM Maulana 30 berangkat dari Jakarta pada Selasa (16/12/2025) dengan membawa 33 ABK untuk melaut di perairan Samudra Hindia. Pada Sabtu (20/12/2025), kapal tersebut mengalami kebakaran di perairan selatan Tanggamus sehingga seluruh ABK terpaksa melompat ke laut.
Dalam proses evakuasi, tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan 25 ABK, sementara delapan ABK lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Tim SAR menghentikan pencarian delapan anak buah kapal (ABK) KM Maulana 30 yang hilang setelah kapal tersebut terbakar di perairan selatan Belimbing, Tanggamus, Lampung, karena standar operasi prosedur tentang pertolongan dan proses pencarian selama tujuh hari.
Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah, Sabtu mengatakan, penghentian operasi SAR terhadap delapan ABK yang dilaksanakan tim SAR Gabungan selama tujuh hari pencarian menggunakan KN SAR 224 Basudewa, dua kapal patroli milik Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), serta satu pesawat udara jenis ATR 62-500 milik KKP, namun tidak membuahkan hasil.
“Operasi SAR telah dilaksanakan sesuai dengan rencana operasi dan perhitungan SAR Map Prediction. Namun hingga hari ketujuh, korban belum ditemukan,” katanya.
Ia menjelaskan pada dasarnya sesuai SOP, Basarnas telah melakukan pencarian selama tujuh hari berturut-turut, sehingga berdasarkan pertimbangan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi pencarian akhirnya disetop.
Kendati demikian, jika nantinya ada informasi mengenai keberadaan para korban, kata dia maka operasi pencarian akan dibuka kembali untuk dilaksanakan evakuasi.
“Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban, operasi SAR kecelakaan kapal KM Maulana 30 resmi dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ucapnya.
Untuk diketahui, berdasarkan informasi KM Maulana 30 tersebut berlayar dari daerah Jakarta pada Selasa (16/12) dengan mengangkut sebanyak 33 AKB untuk mencari ikan di sekitar perairan Samudra Hindia.
Sesampainya di lokasi yang menjadi salah satu tujuannya pada Sabtu (20/12), kapal tersebut mengalami kebakaran dan mengharuskan seluruh penumpang terjun ke dalam laut di perairan samudra Hindia dekat wilayah Tanggamus.
Setelah mendapatkan informasi, tim SAR gabungan langsung diterjunkan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap para korban.
Dalam proses evakuasi tersebut, sebanyak 25 ABK berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan, dan delapan lainnya masih dinyatakan hilang hingga saat ini. Basarnas mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran meningkatkan kewaspadaan saat berlayar, terutama di perairan Samudra Hindia yang rawan cuaca ekstrem dan kecelakaan laut, guna meminimalkan risiko kejadian serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Hizbullah mengklaim melakukan 20 operasi militer terhadap tentara Israel di Lebanon selatan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.
Blunder Bento pada menit 90+8 membuat Al Nassr gagal mengunci gelar Saudi Pro League usai ditahan imbang Al Hilal 1-1.
Florentino Perez membantah isu sakit keras, menyerang media, dan mempercepat pemilu Real Madrid di tengah krisis klub musim 2026.