Jadwal KA Bandara YIA, Hari Ini Paling Malam Pukul 20.55 WIB
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Ilustrasi
Harianjogja.com, JOGJA—Skandal penipuan “Pangeran Palsu” asal Arab Saudi terbongkar di Lebanon setelah hampir satu dekade memanipulasi elite politik dan bisnis.
Laporan Tehran Times mengungkapkan dua tersangka utama dalam kasus ini: Mustafa al-Hessian, seorang pekerja logam asal Akkar, dan Khaldoun Araymit, seorang pengatur politik. Keduanya diduga menjalankan operasi terkoordinasi untuk memeras para politisi.
Modus penipuan ini melibatkan pembagian peran yang sangat spesifik. Al-Hessian berperan sebagai "Abu Omar", sosok yang diklaim sebagai utusan rahasia kerajaan Saudi. Ia hanya berkomunikasi melalui telepon menggunakan aksen Arab Teluk yang meyakinkan untuk menjaga identitasnya.
Sementara itu, Khaldoun Araymit bertugas sebagai "pintu masuk". Ia memperkenalkan Abu Omar kepada para politisi dan pengusaha Lebanon sebagai "saluran tidak resmi" menuju Riyadh. Para korban dijanjikan dukungan finansial dan politik, mulai dari kursi parlemen, posisi menteri, hingga jabatan perdana menteri.
Para korban diperingatkan untuk merahasiakan komunikasi ini dari jalur diplomatik resmi, dengan dalih bahwa ini adalah jalur "kerajaan" yang sangat sensitif.
Penipuan ini berhasil menjerat nama-nama besar dari berbagai spektrum politik di Lebanon. Berdasarkan laporan media setempat, daftar korban meliputi:
Kerugian finansial dilaporkan mencapai angka yang fantastis. Beberapa korban memberikan tunjangan bulanan sebesar US$ 4.000 (sekitar Rp64 juta), sementara yang lain kehilangan hingga ratusan ribu dolar AS melalui pembayaran tunggal.
Skema ini mulai runtuh ketika para korban curiga karena Abu Omar selalu menghindari pertemuan tatap muka. Namun, penemuan kunci terjadi secara kebetulan yang dramatis.
Seorang korban mencoba menelepon Abu Omar saat berada dalam satu ruangan dengan al-Hessian. Secara mengejutkan, telepon seluler al-Hessian berdering, mengungkap identitas aslinya sebagai sosok di balik suara "pangeran" tersebut.
Insiden ini memicu investigasi intelijen militer Lebanon yang berujung pada penangkapan al-Hessian. Arab Saudi, yang merasa namanya disalahgunakan, dikabarkan telah berkoordinasi dengan otoritas keamanan Lebanon untuk mengusut tuntas kasus ini.
Kasus ini memiliki dimensi yang lebih gelap daripada sekadar penipuan uang. Muncul tuduhan serius bahwa Abu Omar mencoba memengaruhi konsultasi parlemen dalam penunjukan perdana menteri pada Januari 2025.
Beberapa anggota parlemen dilaporkan menerima telepon berisi "perintah kerajaan" mengenai arah suara mereka. Jika terbukti, hal ini berarti proses konstitusional negara telah dimanipulasi oleh sebuah skema penipuan kriminal.
Investigasi terhadap kasus yang menggambarkan kerapuhan sistem politik Lebanon ini masih terus berlangsung, sementara publik menanti sejauh mana keterlibatan aktor-aktor lain dalam jaringan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Joshua Baker ikut menjadi sorotan setelah Mitchell Baker bersinar bersama Timnas Indonesia. Simak profil, keturunan Indonesia, dan perjalanan karier adik Mitche
Nepal perketat syarat pendakian Everest: wajib pengalaman mendaki gunung di Nepal dan sertifikat medis. Simak usulan aturan baru dalam RUU Pariwisata!
China mulai produksi massal mesin litografi DUV sendiri untuk chip canggih. Ini langkah mandiri di tengah pembatasan ekspor AS dan Eropa.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian turun pada Rabu 29 Juli 2026. Emas Antam 1 gram kini dijual Rp2,718 juta, simak daftar harga lengkapnya.
29 Juli: Hari Bakti TNI AU untuk mengenang tiga pahlawan udara, dan Hari Harimau Sedunia untuk konservasi spesies kunci. Simak sejarahnya!