Deretan Mobil Baru Siap Debut di GIIAS 2026, dari Hybrid hingga EV
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan kesiapannya menjalankan seluruh keputusan yang dihasilkan dalam Musyawarah Kubro PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, sebagai upaya mengakhiri dinamika internal Nahdlatul Ulama.
Dalam forum yang dihadiri para mustasyar, rais, serta perwakilan PWNU dan PCNU tersebut, Gus Yahya menegaskan sikap taslim dan kepatuhan penuh terhadap keputusan kolektif yang disepakati.
Musyawarah Kubro PBNU sebelumnya mendesak penyelesaian konflik melalui jalan islah agar soliditas organisasi dan khidmat NU kepada umat tidak terganggu oleh perbedaan pandangan di tingkat elite.
Berbicara dari mimbar Musyawarah Kubro, Gus Yahya menyampaikan dua taklimat penting terkait ijtihad dan kesepakatan yang dihasilkan forum. Dalam taklimat pertama, ia menyatakan keterbukaannya untuk dilakukan pemeriksaan dan tabayun atas berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
“Saya sepenuhnya terbuka untuk diperiksa dan ditabayunkan atas apa pun yang dituduhkan kepada saya, dengan menghadirkan seluruh bukti dan saksi yang diperlukan,” ujar Gus Yahya dalam keterangannya, Minggu.
Pada taklimat kedua, Gus Yahya menegaskan bahwa sejak awal dirinya menginginkan islah sebagai jalan keluar atas dinamika di tubuh PBNU. Namun, islah yang dimaksud harus berpijak pada kebenaran, bukan kompromi terhadap kebatilan.
“Sejak detik pertama saya menginginkan islah. Saya siap bina al-haq, bukan bina al-batil,” katanya.
Gus Yahya juga menegaskan komitmennya untuk tunduk pada keputusan yang lahir dari kesepakatan PWNU, PCNU, serta tafsir para mustasyar. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai rujukan tertinggi dalam menyelesaikan persoalan internal PBNU.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya mengungkapkan telah berupaya menghubungi Rais Aam PBNU untuk meminta waktu pertemuan guna menindaklanjuti hasil Musyawarah Kubro. Namun hingga kini, ia mengaku belum mendapatkan respons.
“Saya akan menunggu sampai 3x24 jam, dan selanjutnya akan saya laporkan hasilnya kepada forum,” ucapnya.
Sebelumnya, Forum Musyawarah Kubro PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, mendesak kedua belah pihak di internal PBNU untuk segera melakukan islah. Juru Bicara Forum Musyawarah Kubro, K.H. Oing Abdul Muid, menyatakan keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah kolektif para ulama dan pengurus NU.
Sikap taslim Gus Yahya terhadap keputusan Musyawarah Kubro diharapkan menjadi momentum penguatan persatuan PBNU dan mempercepat proses islah demi menjaga marwah Nahdlatul Ulama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
DPKP DIY menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, mulai dari varietas padi tahan kekeringan hingga optimalisasi irigasi dan pompa air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.