Rusia Perpanjang Larangan Ekspor Bensin hingga Akhir 2026
Rusia memperpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir 2026 demi menjaga pasokan domestik dan menstabilkan harga bahan bakar.
Kilang minyak lepas pantai. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Direktur Eksekutif Lembaga Literasi Politik Indonesia (LPI), Ujang Komarudin, menegaskan bahwa langkah pembenahan tata kelola dan layanan yang sedang dilakukan Pertamina perlu mendapatkan dukungan luas dari berbagai pihak. Dukungan tersebut dinilai penting karena Pertamina berpotensi menjadi sasaran tekanan dari mafia migas.
“Mafia migas akan memberikan tekanan terhadap perusahaan plat merah tersebut dari berbagai cara. Karena itu semua pihak harus membantu Pertamina agar mafia migas tidak menggerogoti atau menggembosi Pertamina,” ujar Ujang, Jumat (21/11/2025).
Menurutnya, berbagai upaya perbaikan yang saat ini dilakukan harus diiringi dengan komitmen untuk membersihkan perusahaan energi tersebut dari praktik kotor yang dapat merusak tata kelola.
“Saya melihat Pertamina telah melakukan pembenahan dalam tata kelola. Pertamina harus bersih dari mafia migas. Dengan begitu Pertamina akan menjadi sehat,” katanya.
Ujang menekankan, dukungan terhadap Pertamina tidak boleh hanya bergantung pada Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. “Dukungan Pertamina bukan saja dari Pak Presiden Prabowo, tetapi dari semua pihak, termasuk masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan potensi dampak besar apabila perusahaan energi negara tersebut tidak mendapatkan dukungan luas. Menurut Ujang, kondisi tersebut bisa dimanfaatkan pihak tertentu untuk memecah belah hubungan antara Pertamina dan publik.
“Kalau Pertamina tidak dapat dukungan, dampaknya sangat besar. Akan ada adu domba Pertamina dengan masyarakat, dan mafia migas bisa masuk untuk merusak tata kelola. Maka publik harus mendukung Pertamina bersih-bersih dari mafia migas,” ucapnya.
Ancaman Jaringan Lama Mafia Migas
Selain Ujang, pengamat energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, turut mengingatkan bahwa ancaman mafia migas belum hilang. Ia menilai jaringan tersebut terus beregenerasi dan masih melakukan praktik-praktik lama.
“Saya berkeyakinan ini masih satu jaringan dengan sebelumnya karena yang ditangkap ini anaknya Riza Chalid. Modus yang digunakan sama persis, seolah melanjutkan apa yang dilakukan generasi sebelumnya. Tapi mungkin anaknya kurang piawai dan ditangkap Kejaksaan,” katanya.
Menurut Fahmy, keberadaan jaringan lama tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan BUMN energi harus tetap waspada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rusia memperpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir 2026 demi menjaga pasokan domestik dan menstabilkan harga bahan bakar.
Gempa M 5,3 mengguncang Kupang pada Minggu malam. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab mendorong tertib perizinan dan penguatan SOP program MBG.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.