Pengusaha RI Punya Waktu 3 Bulan Penuhi Standar Eropa
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
Presiden Prabowo Subianto./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan Presiden RI Prabowo Subianto pulang lebih awal ke tanah air dari kegiatan menghadiri rangkaian KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, karena ada beberapa hal mendesak.
"Karena ada beberapa hal yang mendesak yang menyebabkan beliau harus kembali (ke tanah air)," kata Menlu Sugiono kepada delegasi wartawan Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa.
Keterangan itu disampaikan Menlu menyikapi spekulasi yang menyebut Presiden Prabowo Subianto pulang ke tanah air lebih awal, disebabkan sempat terjadi insiden kesalahan penyebutan nama Presiden RI oleh pengulas acara/komentator media resmi Malaysia, saat momentum siaran langsung kedatangan pemimpin ASEAN di KTT.
Menlu meminta agar tidak ada pihak yang berspekulasi bahwa Presiden Prabowo pulang lebih awal karena kesalahan penyebutan nama. Presiden Prabowo, kata dia, pulang karena ada hal penting di tanah air.
Presiden juga telah memerintahkan dirinya selaku Menteri Luar Negeri, beserta Menko Perekonomian, Menko Polkam, Menko PMK dan Menteri Perdagangan untuk tetap mengikuti rangkaian KTT ASEAN.
"Karena esensi pertemuan-pertemuan ini biasanya diampu oleh Menko Perekonomian dan Menteri Luar Negeri, ya kami yang di depan kemarin," jelas Menlu.
Dia pun menyampaikan bahwa terkait kesalahan penyebutan nama Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Luar Negeri sudah menyampaikan kepada pihak Malaysia bahwa telah terjadi kesalahan penyebutan nama Presiden RI.
"Kami sampaikan, kami sampaikan kepada pihak Malaysia bahwa terjadi penyebutan nama presiden, dan sepertinya Indonesia bukan satu-satunya (yang mengalami kesalahan penyebutan nama kepala negara)," ujar Menlu.
Sebelumnya, Radio Televisyen Malaysia (RTM) yang merupakan stasiun penyiaran publik milik pemerintah Malaysia melakukan kesalahan penyebutan nama Presiden RI, saat mengulas siaran langsung kedatangan para pemimpin di KTT Ke-47 ASEAN, Minggu (26/10).
Dalam sesi siaran langsung ketibaan para pemimpin ASEAN dan pemimpin dunia di KTT ASEAN, Kuala Lumpur, Minggu, pengulas acara dari RTM menyebut sosok Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Presiden RI Joko Widodo.
Tidak hanya Indonesia, kesalahan penyebutan nama kepala negara oleh pengulas acara RTM, juga menimpa Singapura dan Thailand.
Pihak RTM menyadari kekeliruan itu dan tekah meminta maaf secara tertulis kepada delegasi ketiga negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.