Pembiayaan APBN 2025 Tembus Rp744 Triliun
Kemenkeu mencatat realisasi pembiayaan APBN 2025 mencapai Rp744 triliun atau 120,7% dari target, didominasi pembiayaan utang.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA —Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menduga adanya praktik main bunga di balik dana pemerintah yang mengendap di perbankan sebesar Rp653,4 triliun.
Dana yang mengendap tersebut milik pemerintah pusat dan daerah berdasarkan data Agustus 2025.
Hal itu diungkap oleh Purbaya pada saat menyampaikan pidato penutup acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kamis (16/10/2025).
Dia mengakui bahwa hal itu menunjukkan bahwa pemerintah belum bisa mengoptimalkan belanja. Hal itu terlihat dari dana mengendap milik pemerintah secara keseluruhan Rp849,6 triliun, terbesar di bank umum yakni Rp653,4 triliun.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait dengan posisi simpanan menurut golongan pemilik pada bank umum sampai Agustus 2025, simpanan pemerintah pusat dan daerah di perbankan tembus Rp653,4 triliun. Angka itu tertinggi sepanjang tahun ini, termasuk apabila dibandingkan pada level Desember 2021 hingga Desember 2024.
Purbaya mengatakan masih menginvestigasi lebih lanjut asal usul uang mengendap itu. Dia tidak memercayai anak buahnya yang mengaku tidak mengetahui asal muasal kas Rp653,4 triliun itu.
Menurut Purbaya, uang yang disimpan di perbankan itu akan mendapatkan bunga. Dia menduga ada permainan bunga di balik simpanan ratusan triliunan rupiah itu. "Ada kecurigaan mereka main bunga," ujarnya kepada wartawan usai acara tersebut di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Ke depan, Purbaya menyebut akan menginvestigasi lebih lanjut seluruh simpanan pemerintah itu baik milik pusat maupun daerah, sekaligus yang disimpan di bank umum maupun Bank Indonesia (BI).
Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu tidak menutup kemungkinan simpanan di bank swasta maupun himbara itu merupakan investasi dari dana abadi LPDP maupun milik pemerintah yang lain.
"Itu terlalu besar kalau ditaruh di deposito seperti itu. Karena pasti return dari bank-nya kan lebih rendah dari bunga yang saya bayar untuk obligasi, kan? Pasti saya rugi kalau gitu. Saya cek betul," terangnya.
Sampai dengan Agustus 2025, total simpanan pemerintah pusat dan daerah mencapai Rp653,4 triliun di bank umum. Simpanan terbesar berbentuk giro Rp357,4 triliun, tabungan Rp10,4 triliun dan berjangka Rp285,6 triliun.
Berdasarkan pemiliknya, simpanan milik pemerintah pusat sebesar Rp399 triliun yang mencakup giro Rp168,5 triliun, tabungan Rp2,4 triliun dan berjangka Rp228,1 triliun.
Sementara itu, simpanan pemerintah daerah total Rp254,3 triliun meliputi giro Rp188,9 triliun, tabungan Rp8 triliun dan berjangka Rp57,5 triliun.
Adapun simpanan pemerintah pusat khusus di BI mencapai Rp450,5 triliun pada Agustus 2025. Posisi kas pemerintah di BI berkurang signifikan menjadi Rp238,9 triliun pada September 2025, setelah pemindahan senilai Rp200 triliun ke lima himbara bulan lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kemenkeu mencatat realisasi pembiayaan APBN 2025 mencapai Rp744 triliun atau 120,7% dari target, didominasi pembiayaan utang.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.