KPK Periksa Bos Tempo Scan Group Terkait Dugaan Pemberian di Imipas
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
Donald Trump - Instagram @realdonaldtrump
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan melakukan serangan di wilayah Venezuela untuk memerangi penyelundupan narkotika, setelah perairan lepas pantai negara itu dinyatakan telah dikendalikan.
"Saya tidak ingin memberi tahu persisnya, tetapi kami tentu sedang mengincar wilayah darat sekarang karena laut sudah kami kuasai dengan baik," kata Trump dalam jumpa pers pada Rabu (15/10/2025).
Sebelumnya pada hari yang sama, The New York Times melaporkan bahwa pemerintahan Trump diam-diam memberi wewenang kepada CIA untuk melakukan operasi rahasia, termasuk serangan mematikan di Venezuela, guna memperkuat upaya penentangan terhadap Presiden Nicolas Maduro dan pemerintahannya.
Pada Agustus lalu, AS mengerahkan sejumlah kapal, termasuk tiga kapal perusak, satu kapal serbu amfibi, satu kapal penjelajah rudal, dan satu kapal selam nuklir, serta hampir 4.500 marinir ke wilayah Karibia dengan dalih memerangi aktivitas narkoba yang diduga berasal dari Venezuela. Pemerintah negara itu membantah keras tuduhan AS tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
Trump menyambut langsung Xi Jinping di bandara AS. Kunjungan tiga hari ini diwarnai agenda perdagangan, teknologi, Taiwan hingga Iran.
Menlu Sugiono akan membawa pesan ketahanan global dalam Sidang Umum PBB ke-81, termasuk isu Palestina dan reformasi PBB.
PHRI Sleman mengungkap sejumlah kendala peningkatan wisatawan dan okupansi hotel, mulai efisiensi anggaran hingga investasi dan event besar.
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Korban dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang, mencapai 276 orang. Pemkab mengancam menutup SPPG jika terbukti lalai.