Karhutla Meluas, Polri Ungkap Modus Bakar Lahan untuk Buka Kebun
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Petugas SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah korban peristiwa ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Dok. Basarnas.
Harianjogja.com, SURABAYA—Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur (Jatim) masih berupaya mengenali sembilan kantong jenazah korban ambruknya Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo dengan pemeriksaan DNA di laboratorium Mabes Polri.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol Mohammad Khusnan Marzuki menjelaskan, pihaknya menargetkan seluruh rangkaian proses identifikasi terhadap jenazah yang diterima dapat selesai pada pekan ini.
Dia juga menjelaskan, seluruh sampel DNA dari jenazah yang belum teridentifikasi telah dikirim ke Jakarta untuk diperiksa di laboratorium DNA Mabes Polri di Cipinang. Proses tersebut juga meliputi rekonsiliasi antara data ante mortem (data korban sebelum meninggal) dan post mortem (data setelah meninggal).
"Dari sembilan kantong jenazah yang tersisa saya sudah berkontak dengan Pusdokkes Polri. Harapan kami minggu-minggu ini selesai ya, tapi tergantung nanti sampel itu, apakah ada kesulitan, bahannya itu rusak atau bagaimana, tapi harapan kami secepatnya bisa teridentifikasi dengan baik dan teliti," ungkap Khusnan di RS Bhayangkara Polda Jatim Surabaya, Selasa (14/10/2025).
Khusnan menjelaskan, dari sembilan kantong jenazah yang belum dapat dikenali tersebut, terdapat pula beberapa potongan tubuh atau body part di dalamnya. Ia juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi tim DVI saat ini adalah kondisi potongan tubuh yang tidak lengkap dan tidak memiliki tanda pengenal khusus.
Khusnan pun membandingkan proses identifikasi terhadap jenazah para korban ambruknya gedung Pondok Pesantren Al-Khoziny tersebut dengan proses identifikasi jenazah korban peristiwa tenggelamnya Kapal Tunu Jaya di selat Bali.
"Dari bahan sampel ini, kalau tidak cukup DNA-nya ya nanti berarti diulang lagi, diputar lagi gitu, diperiksa lagi. Dari pengalaman kami di selat Bali, Kapal Tunu Jaya itu sampai dua minggu, tapi ini harapan kami seminggu sudah selesai," tegasnya.
Dia berharap hasil pemeriksaan DNA oleh tim DVI Polri di Cipinang, Jakarta dapat segera terkuak agar seluruh jenazah korban dapat dikenali dan diserahkan kepada masing-masing keluarga.
"Mohon waktu, memang karena faktor proses alami, jadi butuh waktu, tapi kami berharap segera teridentifikasi supaya keluarga tahu siapa korbannya," katanya.
Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim telah berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban tragedi ambruknya bangunan tiga lantai Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (13/10/2025). Dengan demikian, total jenazah korban yang telah teridentifikasi hingga saat ini berjumlah 55 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi lolos ke 16 besar China Masters 2026 setelah Goh Sze Fei/Nur Izzuddin mundur. Simak hasil dan jadwal wakil Indonesia lain
Sebanyak 19 tersangka kasus Little Aresha dilimpahkan ke Kejari Kota Jogja. Penyidikan masih berlanjut dan berpotensi menetapkan tersangka baru.
Telkom Solution tidak hanya membangun kapabilitas solusi digital yang komprehensif, tetapi juga menghadirkan value creation dan nilai tambah yang dibutuhkan
Baterai laptop boros? Terapkan 12 tips hemat daya ini mulai dari kurangi kecerahan, aktifkan mode hemat, hingga periksa kesehatan baterai. Simak selengkapnya!
Survei Pew Research Center menunjukkan kekhawatiran warga Amerika Serikat terhadap AI meningkat, terutama di kalangan usia muda.