Aktivitas Publik Terhenti di Mindanao Usai Gempa Dahsyat M 7,4

Jumali
Jumali Jum'at, 10 Oktober 2025 10:57 WIB
Aktivitas Publik Terhenti di Mindanao Usai Gempa Dahsyat M 7,4

Seismograf gempa bumi - Ilustrasi/StockCake

Harianjogja.com, JOGJA—Kota-kota besar di wilayah Mindanao, Filipina, mengambil langkah cepat setelah wilayah tersebut diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,4 pada Jumat (10/10/2025).

Pemerintah Kota Davao secara resmi memerintahkan penangguhan segera semua kegiatan belajar mengajar di sekolah negeri dan swasta, termasuk operasional perkantoran. Langkah ini, yang juga diikuti oleh Kota Cotabato, diambil sebagai tindakan pencegahan dan untuk memungkinkan pihak berwenang melakukan penilaian kerusakan cepat pada bangunan dan infrastruktur.

Dilansir dari Rappler, Wali Kota Cotabato, Bruce Matabalao, menegaskan penangguhan ini penting untuk melindungi keselamatan siswa, guru, dan personel sekolah selama inspeksi keamanan dilakukan.

Gempa yang melanda Mindanao ini memicu Peringatan Tsunami yang dikeluarkan oleh Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs).

Phivolcs memperkirakan gelombang tsunami pertama mungkin tiba antara pukul 09.43 dan 11.43 waktu setempat, dengan gelombang susulan yang mungkin berlangsung selama berjam-jam. Peringatan serius dikeluarkan karena ketinggian gelombang diperkirakan mencapai lebih dari 1 meter di atas pasang normal.

Otoritas mengimbau warga yang tinggal di wilayah pesisir provinsi terdampak untuk segera mengungsi ke dataran tinggi atau pindah ke tempat yang dianggap lebih aman.

Adapun wilayah yang berpotensi terdampak tsunami meliputi:

  • Davao
  • Kepulauan Dinagat
  • Surigao del Norte
  • Surigao del Sur
  • Samar Timur
  • Leyte Selatan
  • Leyte

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online