Honda Rem Mendadak Proyek EV, Kini Gaspol Mobil Hybrid
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
Ilustrasi konflik (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—Presiden Serbia, Aleksandar Vucic memberikan peringatan keras mengenai meningkatnya ketegangan global. Ia menyatakan bahwa dunia berada di ambang perang besar.
Menurut Vucic, tanda-tanda menuju konflik skala besar sudah semakin nyata dan tidak bisa diabaikan oleh komunitas internasional.
Peringatan dari Presiden Serbia ini juga muncul di tengah eskalasi ketegangan global yang mencakup konflik berkepanjangan di Ukraina dan situasi yang semakin memanas di Timur Tengah dan kawasan Indo-Pasifik.
Dalam pidato yang disampaikannya pada peresmian jalur kereta api berkecepatan tinggi antara Beograd dan Subotica pada akhir pekan lalu, Vucic menekankan bahwa persiapan perang yang dilakukan oleh banyak negara adalah indikasi pasti dari konflik yang akan datang.
"Akan semakin sulit di dunia. Akan lebih sulit juga bagi kita, karena alasan sederhana bahwa semua orang sedang bersiap untuk perang. Dan ketika mereka bersiap untuk perang, itu berarti akan ada perang," ujar Vucic, dikutip dari Kuwait Times, Senin (6/10/2025).
Pernyataan ini menggarisbawahi kekhawatiran Serbia terhadap eskalasi konflik regional dan global, menyerukan kewaspadaan di tengah ketidakpastian geopolitik saat ini.
Vucic menyebut bahwa peluang untuk mencegah konflik besar semakin kecil, sebab para kekuatan dunia sedang berada dalam mode persiapan.
"Mereka menggali parit dan menunggu awalnya, mengetahui bahwa perang akan datang," ujarnya, menggambarkan situasi global.
Vucic menambahkan bahwa dirinya akan melakukan segalanya agar perang tidak terjadi. "Sayangnya, saya khawatir saya benar," tambahnya.
Oleh karena itu, Vucic menekankan bahwa Serbia harus bersiap menghadapi segala kemungkinan, termasuk dengan memperkuat pertahanan nasional.
"Tentara kami siap menghalau musuh mana pun, tetapi kami juga harus mempersiapkan beberapa hal lainnya," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.