SE Mendikdasmen Terbit, 549 Guru Honorer Sragen Terancam Tergusur
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Pemuda Nepal menggelar protes anti-pemerintah di Kathmandu, Nepal (8/9/2025). ANTARA/Anadolu
Harianjogja.com, JAKARTA—Upaya perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) di Nepal terus dilakukan pemerintah. Kementerian Luar Negeri memastikan evakuasi berjalan bertahap, dengan 57 WNI telah dipulangkan hingga Sabtu (13/9/2025) dan sisanya segera menyusul.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengemukakan, pemulangan WNI dari Nepal sudah dilakukan sejak 11 September 2025 secara berangsur-angsur menyusul adanya insiden kerusuhan di negara tersebut.
Menurutnya, pada 11 September 2025, sudah dilakukan pemulangan sebanyak 18 WNI. Kemudian, pada 12 September 2025, dilakukan pemulangan terhadap 22 WNI.
"Hari ini jam 13.00 waktu Kathmandu dan malam waktu Indonesia akan ada 17 WNI pulang sehingga total ada 57 WNI yang kita pulangkan per tanggal 13 September 2025 ini," tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).
BACA JUGA: Banjir Bali Renggut 17 Nyawa, Kerusakan Meluas ke Empat Kabupaten
Menurut Judha, pemulangan WNI di Negara Nepal bakal terus berlanjut hingga seluruh WNI tidak ada lagi di Nepal. Judha menjelaskan dari data Kementerian Luar Negeri, total jumlah WNI di Nepal ada sebanyak 134 orang.
"Total ada 134 orang, 56 di antaranya memang tinggal di Nepal. Sisanya itu wisatawan," katanya.
Menurutnya, pada Minggu, 14 September 2025, ada 17 WNI yang akan dipulangkan ke Indonesia. Kemudian, 15 September dan 18 September 2025, masing-masing ada dua WNI yang dipulangkan ke Tanah Air.
"Jadi total insyaallah pada tanggal 18 September nanti, seluruh WNI yang telah melakukan kunjungan singkat dapat kembali pulang ke Indonesia," ujarnya
Lebih lanjut, kata Judha, untuk WNI yang tinggal di Nepal akan mendapatkan perlindungan dari KBRI Dhaka.
Dia pun mengaku sudah menyiapkan sejumlah strategi, seperti kontingensi untuk pengamanan WNI yang tinggal di Nepal.
"Tentu, jadi KBRI Dhaka sudah menyusun rencana kontingensi. Ini rencana kontingensi untuk perlindungan warga negara Indonesia mengantisipasi jika terjadi eskalasi lebih lanjut," tuturnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.