New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Pemuda Nepal menggelar protes anti-pemerintah di Kathmandu, Nepal (8/9/2025). ANTARA/Anadolu
Harianjogja.com, JAKARTA—Upaya perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) di Nepal terus dilakukan pemerintah. Kementerian Luar Negeri memastikan evakuasi berjalan bertahap, dengan 57 WNI telah dipulangkan hingga Sabtu (13/9/2025) dan sisanya segera menyusul.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengemukakan, pemulangan WNI dari Nepal sudah dilakukan sejak 11 September 2025 secara berangsur-angsur menyusul adanya insiden kerusuhan di negara tersebut.
Menurutnya, pada 11 September 2025, sudah dilakukan pemulangan sebanyak 18 WNI. Kemudian, pada 12 September 2025, dilakukan pemulangan terhadap 22 WNI.
"Hari ini jam 13.00 waktu Kathmandu dan malam waktu Indonesia akan ada 17 WNI pulang sehingga total ada 57 WNI yang kita pulangkan per tanggal 13 September 2025 ini," tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).
BACA JUGA: Banjir Bali Renggut 17 Nyawa, Kerusakan Meluas ke Empat Kabupaten
Menurut Judha, pemulangan WNI di Negara Nepal bakal terus berlanjut hingga seluruh WNI tidak ada lagi di Nepal. Judha menjelaskan dari data Kementerian Luar Negeri, total jumlah WNI di Nepal ada sebanyak 134 orang.
"Total ada 134 orang, 56 di antaranya memang tinggal di Nepal. Sisanya itu wisatawan," katanya.
Menurutnya, pada Minggu, 14 September 2025, ada 17 WNI yang akan dipulangkan ke Indonesia. Kemudian, 15 September dan 18 September 2025, masing-masing ada dua WNI yang dipulangkan ke Tanah Air.
"Jadi total insyaallah pada tanggal 18 September nanti, seluruh WNI yang telah melakukan kunjungan singkat dapat kembali pulang ke Indonesia," ujarnya
Lebih lanjut, kata Judha, untuk WNI yang tinggal di Nepal akan mendapatkan perlindungan dari KBRI Dhaka.
Dia pun mengaku sudah menyiapkan sejumlah strategi, seperti kontingensi untuk pengamanan WNI yang tinggal di Nepal.
"Tentu, jadi KBRI Dhaka sudah menyusun rencana kontingensi. Ini rencana kontingensi untuk perlindungan warga negara Indonesia mengantisipasi jika terjadi eskalasi lebih lanjut," tuturnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Kementan menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk ekosistem peternakan terintegrasi. Lima kawasan ditargetkan rampung pada 2027.
Korban tewas di Gaza mencapai 74.016 orang sejak 7 Oktober 2023. Sebanyak 175.068 warga Palestina dilaporkan terluka.
Laga Persiku Kudus vs PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung Bantul batal digelar karena rekomendasi keamanan dari polisi tak terbit.
Borobudur 100 di Magelang pada 19-20 Desember 2026 menggabungkan olahraga lari dengan aksi sosial untuk membantu penyandang cerebral palsy.
Potensi perputaran ekonomi haji dan umrah Indonesia mencapai Rp80 triliun. Kemenhaj mendorong UMKM masuk rantai pasok pasar Arab Saudi.