Setelah Didemo Gen Z, Nepal Cabut Pemblokiran Medsos

Jumali
Jumali Selasa, 09 September 2025 11:27 WIB
Setelah Didemo Gen Z, Nepal Cabut Pemblokiran Medsos

Media sosial X - ilustrasi/Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Nepal mencabut larangan atas puluhan platform media sosial setelah aksi unjuk rasa besar-besaran dari puluhan ribu pemuda generasi Z berujung ricuh hingga menewaskan 19 orang pada Senin (8/9/2025) waktu setempat.

BACA JUGA: Kasper Gantikan Erik ten Hag di Bayer Leverkusen

Pencabutan pemblokiran media sosial di Nepal ini disampaikan langsung oleh juru bicara kabinet sekaligus Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Prithvi Subba Gurung.

"Pemerintah telah mencabut pemblokiran media sosial yang diberlakukan pekan lalu. Berbagai platform media sosial tersebut sudah beroperasi sekarang," kata Gurung kepada Reuters, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (9/9/2025).

Sebelumnya, pemerintah Nepal telah memblokir 26 situs media sosial, termasuk WhatsApp, Facebook, Instagram, LinkedIn, dan YouTube. Tindakan ini kemudian memicu puluhan ribu pemuda di Nepal untuk turun ke jalan, berunjuk rasa menuntut pencabutan larangan sekaligus meneriakkan tuduhan praktik korupsi para elite politik Nepal.

Aksi unjuk rasa di Kathmandu kemudian berujung ricuh, bentrokan pecah ketika pengunjuk rasa menerobos barikade dan mencoba menyerbu gedung parlemen serta membakar gerbang gedung tersebut.

Para aparat kemanan merespons aksi massa dengan menembakkan peluru tajam, gas air mata, dan memukul pengunjuk rasa dengan tongkat, peluru karet, serta meriam air.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online