UU Terorisme Masih Dominan Pidana, Deradikalisasi 7 Persen
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Foto ilustrasi nasi bungkus atau nasi kucing. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Komisi IX DPR RI meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera menyusun standar kebersihan dan pengolahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengatakan standar kebersihan itu bernilai penting untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan di seluruh satuan pendidikan maupun layanan gizi terjamin aman dan layak.
“Setiap daerah memiliki mungkin standar kebersihan yang berbeda, setiap orang punya standar kebersihan yang berbeda. Daftar untuk mengecek standar kebersihan itu bisa jadi berbeda. Ini yang harus dibikinkan daftar detailnya oleh BGN tentang standardisasi yang jelas, SOP-nya seperti apa, apa saja yang harus dicek,” kata Nihayatul, Kamis (4/9/2025).
BACA JUGA: DPR RI Berpeluang Ambil Alih RUU Perampasan Aset
Saat ini, masih terdapat perbedaan penerapan standar kebersihan di sejumlah daerah, mulai dari pengelolaan limbah, penyimpanan bahan makanan, hingga ketersediaan fasilitas penunjang seperti genset untuk mencegah kerusakan bahan pangan.
Ia menekankan, standar tersebut harus memuat detail teknis mulai dari cara penyimpanan bahan pangan hingga langkah antisipasi jika terjadi gangguan. Menurut dia, tidak semua lokasi pelaksanaan program MBG memiliki fasilitas pendingin yang memadai maupun genset cadangan.
“Kalau tiba-tiba alatnya itu, refrigernya [pendingin] mati, itu kan juga susah, bisa jadi membusuk sayurannya atau bahan makanannya,” ujarnya.
Nihayatul lalu menyampaikan Komisi IX berpandangan bahwa keberhasilan program MBG merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait. Dengan standar kebersihan yang jelas dan seragam, risiko keracunan dapat dicegah sekaligus menjamin kualitas makanan yang diberikan kepada peserta didik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen melanjutkan program MBG dengan alokasi anggaran mencapai Rp335 triliun dalam Rancangan Undang-undang (RUU) APBN 2026.
Kepala Negara dalam pidato kenegaraan RUU APBN 2026 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8) mengatakan generasi unggul hanya dapat lahir dari anak-anak yang sehat dengan gizi yang terpenuhi. "Kita bangun generasi unggul anak-anak kita melalui MBG. Generasi unggul lahir dari tubuh sehat dengan gizi terpenuhi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Lima motor cruiser di bawah Rp100 juta di Indonesia, mulai Benelli, QJMotor, CFMOTO, Morbidelli hingga Benda.
Persib memindahkan tiga laga kandang Oktober 2026 ke Si Jalak Harupat karena perawatan GBLA. Persib menargetkan kembali pada November.
Dinkes Kabupaten Magelang membekali 35 petugas Promkes dari puskesmas dan rumah sakit dengan kemampuan memanfaatkan AI dan menulis artikel.
Media Belanda menyoroti drama Timnas Indonesia vs Bangladesh 9-2 yang ditentukan tiga gol pada menit-menit akhir FIFA ASEAN Cup 2026.
Jalan berlubang menjadi salah satu kondisi yang cukup sering ditemui pengendara, terutama ketika melintasi ruas jalan yang sedang diperbaiki dan tidak rata.