Target 2.612 Hektare, Tanam Modern Pekalongan Baru 32,5 Hektare
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Sebuah gedung ambruk diterjang banjir bandang di Pakistan. - ist/X
Harianjogja.com, KARACHI—Sebanyak 670 orang dilaporkan meninggal dunia dan 1.000 lebih terluka akibat banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa di Pakistan barat laut.
Operasi penyelamatan masih terus berlanjut.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (NDMA), Letjen Inam Haider, dalam konferensi pers di Islamabad mengatakan bahwa sekitar 1.000 orang terluka dalam kecelakaan yang berkaitan dengan hujan dan banjir di seluruh negeri sejak 26 Juni.
Inam mengatakan pihak berwenang terus berupaya membersihkan jalan dan memulihkan listrik di distrik-distrik yang dilanda banjir dengan mengerahkan tentara dibantu relawan sekitar.
Sementara itu, hujan deras sejak Jumat (15/8/2025) terus mengguyur Peshawar, ibu kota provinsi, dan distrik Swabi serta Noshehra yang bersebelahan, sementara musim hujan baru mengintai di distrik Buner, Swat, Shangla, dan Mansehra yang dilanda banjir. Di distrik Harnai, provinsi Balochistan, hujan deras merenggut nyawa dua anak perempuan.
Faraz Mughal, juru bicara pemerintah Khyber Pakhtunkhwa, mengatakan kepada wartawan bahwa setidaknya 200 orang dinyatakan hilang, dan dikhawatirkan korban meninggal akan bertambah.
BACA JUGA: Indonesia Menanggung Beban Ganda Penyakit Kronik, Ini yang Harus Dilakukan
Sebagian besar dari mereka yang hilang berasal dari distrik Buner yang paling parah terdampak, dengan 220 kematian telah dikonfirmasi sejak Jumat.
"Situasi di sini sangat menakutkan. Tidak ada yang tersisa kecuali tumpukan puing dan batu-batu raksasa yang terbuang oleh banjir," ujar Fazal Maabood, seorang pejabat Yayasan Al-Khidmat, salah satu lembaga bantuan dan penyelamatan terbesar di negara itu, kepada Anadolu dari distrik Buner, Senin (18/8/2025).
Dia mengatakan bahwa tim penyelamat dan relawan sedang berupaya menemukan orang-orang yang hilang, yang diyakini terjebak di bawah reruntuhan, karena hujan dan medan pegunungan menghambat upaya penyelamatan.
Bersama dengan NDMA dan Yayasan Al-Khidmat, beberapa lembaga bantuan telah mengirimkan bantuan ke daerah-daerah terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.