Bos Borneo FC Diperiksa KPK Terkait Aliran Uang Tambang Batu Bara
KPK memeriksa anggota DPR Nabil Husien untuk menelusuri aliran uang kasus dugaan gratifikasi batu bara di Kutai Kartanegara.
Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, KENDARI — Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara dan berdampak luas terhadap ribuan warga. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tenggara mencatat sedikitnya 8.616 jiwa terdampak dan 2.326 rumah warga terendam air sejak Sabtu (9/5/2026).
Kepala BPBD Sultra, Laode Saifuddin, mengungkapkan bahwa banjir terjadi di delapan daerah sekaligus, yakni Kendari, Konawe Selatan, Konawe, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Kolaka, Kolaka Timur, dan Buton Utara.
“Data sementara hingga Senin menunjukkan ada ribuan warga terdampak dan lebih dari dua ribu rumah terendam. Semua wilayah tersebut mengalami bencana banjir,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Kendari Paling Parah, Ratusan Rumah Terendam
Dari delapan wilayah terdampak, Kota Kendari menjadi daerah dengan dampak paling besar. Tercatat sebanyak 794 rumah warga di ibu kota provinsi tersebut terendam banjir, terutama di kawasan bantaran Kali Wanggu yang kerap meluap saat curah hujan tinggi.
Selain Kendari, wilayah Kolaka dan Konawe juga mengalami dampak signifikan dengan ratusan rumah terdampak serta aktivitas masyarakat yang terganggu.
Ribuan Warga Mengungsi, Posko Darurat Didirikan
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD bersama Dinas Sosial dan tim SAR dari Brimob Polda Sultra telah mendirikan sejumlah posko pengungsian dan dapur umum. Fasilitas ini difokuskan untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal sementara dan membutuhkan bantuan makanan.
Pemerintah juga telah menyalurkan berbagai bantuan logistik awal, seperti makanan siap saji, beras sekitar 200 kilogram, air mineral, kopi sachet, hingga minyak goreng. Total nilai bantuan sementara mencapai sekitar Rp15 juta.
“Seluruh bantuan kami pusatkan di satu posko untuk memudahkan distribusi ke wilayah terdampak lainnya,” jelas Saifuddin.
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Berlanjut
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta tetap waspada. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara dalam beberapa hari ke depan.
BPBD juga mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial terkait bencana susulan.
Antisipasi Bencana Susulan
Pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan banjir lanjutan. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat, termasuk kesiapan evakuasi, distribusi logistik, serta pemantauan titik-titik rawan banjir.
Bencana ini menjadi peringatan serius akan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, khususnya di wilayah rawan banjir seperti Sulawesi Tenggara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK memeriksa anggota DPR Nabil Husien untuk menelusuri aliran uang kasus dugaan gratifikasi batu bara di Kutai Kartanegara.
Kasus daycare Little Aresha Jogja segera disidangkan, libatkan 13 tersangka dan 103 korban. Jaksa siapkan dakwaan.
Chapter Jogja Art Fair 2026 Tutup dengan Antusiasme Tinggi, Perluas Ruang Pertemuan Seniman dan Kolektor
Pabrik plasma darah Rp4 triliun di Karawang ditargetkan beroperasi 2027 untuk kurangi impor obat dan perkuat industri kesehatan.
Pemerintah siapkan Rp6,26 triliun untuk Program Magang Nasional dan pelatihan vokasi 2026, targetkan ratusan ribu peserta.Kata Kunci SEO
DPR usul gaji guru minimal Rp5 juta per bulan, respons pidato Prabowo soal kebocoran anggaran negara.