Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Invalid, Antrean Haji 14 Tahun
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
Ilustrasi cek kesehatan./freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah menyiapkan pemeriksaan lanjutan terhadap sekitar 52,11 persen siswa Sekolah Rakyat yang telah mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) sejak 14 Juli lalu.
BACA JUGA: Lionel Messi CS Kalah 3-0
Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, Lovely Daisy dalam keterangan di Jakarta, Kamis (17/7/2025) menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang masuk ke Kemenkes dari tiga Sekolah Rakyat terhadap 355 siswa yang terdiri atas 175 siswa SMP dan 180 siswa SMA, diketahui sebanyak 52,11 persen atau sekitar 185 siswa memerlukan pemeriksaan lanjutan.
"Apabila memerlukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan lainnya, tentunya siswa dan masyarakat harus terdaftar di BPJS Kesehatan. Nah, di Sekolah Rakyat nanti ditangani khusus," kata Daisy.
Hal tersebut juga telah disampaikan dalam Diskusi Redaksi yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Jakarta, Rabu (16/7/2025) petang.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan CKG terhadap siswa di tiga Sekolah Rakyat itu, Kemenkes menemukan berbagai masalah kesehatan pada siswa, mulai dari gangguan penglihatan, karies gigi, pradiabetes, hipertensi hingga risiko penyakit jiwa.
Ia menyampaikan masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan di tiga Sekolah Rakyat tersebut adalah karies gigi sebanyak 42,8 persen. Setelah itu, diikuti gangguan penglihatan 21,9 persen, kurang gizi 13,8 persen, prahipertensi 11,5 persen, anemia 10 persen, hipertensi 9,8 persen, dan pradiabetes 5,6 persen. Ditemukan pula risiko kesehatan jiwa sebanyak 1,9 persen.
Dengan demikian, ujarnya, pemerintah berkomitmen memastikan kesehatan siswa-siswi Sekolah Rakyat lewat pemeriksaan lanjutan yang lebih akurat.
Menurut Daisy, seluruh pemeriksaan itu akan dilakukan di Sekolah Rakyat terkait.
Sementara itu, ujarnya, terkait jenis pemeriksaan kesehatan di sekolah umum untuk setiap jenjang pendidikan SD, SMP maupun SMA, Kemenkes menemukan persoalan kesehatan mulai dari status gizi, merokok, kebugaran, tekanan darah, tuberkulosis (TBC), telinga, mata, gigi, jiwa, hepatitis (B dan C), hingga kesehatan reproduksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.