Arab Saudi Ancam Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Ilegal
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Paus Leo XIV mendesak terciptanya perdamaian di Timur Tengah, serta memperingatkan risiko eskalasi konflik yang tak terkendali pasca serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran dan serangan rudal balasan Teheran ke kota-kota Israel. /Antara.
Harianjogja.com, VATIKAN—Paus Leo XIV mendesak terciptanya perdamaian di Timur Tengah, serta memperingatkan risiko eskalasi konflik yang tak terkendali pasca serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran dan serangan rudal balasan Teheran ke kota-kota Israel.
“Kita harus menghentikan tragedi perang sebelum menjadi ‘jurang’ yang tidak dapat diperbaiki,” kata pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia itu, Minggu.
Menyebut situasi di Timur Tengah mengkhawatirkan, ia memperingatkan bahwa penderitaan warga sipil—khususnya di Gaza dan zona konflik lainnya—berisiko dilupakan di tengah eskalasi konflik.
"Saat ini, lebih dari sebelumnya, umat manusia berteriak dan memohon perdamaian," katanya.
BACA JUGA: Rusia: Sejumlah Negara Siap Memasok Senjata Nuklir ke Iran
Ia mendesak agar seruan ini ditanggapi dengan tanggung jawab dan akal sehat, daripada “tenggelam oleh deru senjata dan retorika yang memicu konflik."
Paus memperingatkan bahwa kekerasan yang terus berlanjut dapat mengarah ke titik yang tidak bisa kembali dipulihkan. "Tidak ada perang yang jauh ketika martabat manusia dipertaruhkan," katanya.
"Perang tidak menyelesaikan masalah. Perang justru memperbesar masalah dan menimbulkan luka yang dalam dalam sejarah masyarakat—luka yang membutuhkan waktu beberapa generasi untuk bisa disembuhkan,” ujar dia, menambahkan.
Leo XIV menekankan tidak ada kemenangan militer yang dapat mengalahkan rasa sakit para ibu yang berduka, ketakutan yang dialami anak-anak, dan masa depan kaum muda yang dicuri.
"Biarkan diplomasi membungkam senjata. Biarkan negara-negara memetakan masa depan mereka melalui tindakan damai, bukan kekerasan dan konflik berdarah,” tuturnya.
Ia mengakhiri seruannya dengan meminta masyarakat internasional untuk ikut bertindak tegas dalam menyikapi krisis ini. "Setiap orang, terutama mereka yang memiliki tanggung jawab, dipanggil untuk mencegah umat manusia berjalan di jalan yang tidak bisa diperbaiki,” katanya.
Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir Iran yang terletak di Fordow, Natanz, dan Esfahan, pada Sabtu malam (21/6).
Pasca pengumuman Trump, Iran meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan pertemuan darurat guna mengutuk serangan AS dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang dianggap melanggar hukum internasional.
Konflik terbaru di kawasan itu pecah pada 13 Juni ketika Israel melancarkan serangan udara di beberapa lokasi di Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir, yang mendorong Teheran untuk melancarkan serangan balasan.
Otoritas Israel mengatakan sedikitnya 25 korban tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka akibat serangan rudal Iran sejak saat itu. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan 430 korban tewas dan lebih dari 3.500 orang terluka akibat serangan Israel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.