Paus Leo XIV Pulih Usai Operasi, Bagaimana Kondisinya?
Paus Leo XIV kembali tampil di Vatikan setelah operasi paru-paru. Pemeriksaan jaringan mengonfirmasi adanya adenokarsinoma paru-paru.
Ilustrasi banjir/Freepik
Harianjogja.com, DHAKA - Lebih dari 1.400 rumah milik pengungsi Rohingya rusak ditejang hujan dan longsor di Cox's Bazar, wilayah pesisir Bangladesh tenggara.
Hanya dua hari terakhir, 53 kejadian tanah longsor dilaporkan terjadi di 33 kamp pengungsian. Seorang pengungsi meninggal dunia akibat runtuhnya dinding, sementara 11 lainnya dilaporkan terluka akibat sambaran petir, menurut lembaga PBB, UNHCR, pada Senin (2/6) malam.
Hujan monsun yang deras ini “sekali lagi menyoroti kebutuhan kritis para pengungsi Rohingya,” tambah lembaga tersebut.
Lebih dari 1,3 juta pengungsi Rohingya mencari perlindungan di distrik Cox's Bazar. Mayoritas dari mereka datang setelah tindak keras oleh militer Myanmar pada 2017.
“Lereng yang curam, banjir, dan tempat penampungan merupakan kombinasi yang sangat berbahaya di tempat yang padat penduduk, sementara angin kencang berisiko semakin melemahkan tempat penampungan yang hanya terbuat dari bambu dan terpal,” kata Juliet Murekeyisoni, Perwakilan Sementara UNHCR di Bangladesh.
BACA JUGA: Dinas Perdagangan Bagikan Kartu Toilet Gratis ke Buruh Gendong Pasar Beringharjo
Ribuan warga Rohingya yang baru tiba setelah melarikan diri dari kekerasan dan penganiayaan yang ditargetkan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, semakin mempersempit ruang yang sudah terlalu padat, kata UNHCR.
Kekurangan dana yang sangat kritis juga mengancam kemampuan para pelaku kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan melaksanakan seluruh tindakan persiapan yang diperlukan, tambahnya.
“Mempersiapkan diri menghadapi bencana-bencana ini bukan sekedar penting, ini menyangkut penyelamatan nyawa,” kata Gwyn Lewis, Koordinator Residen PBB, dari kamp-kamp pengungsi di Cox’s Bazar.
Persiapan menghadapi musim monsun biasanya dimulai sebelum Mei, tetapi para mitra lembaga bantuan tidak dapat melaksanakannya karena kekurangan dana.
Pada tahun ini, Rencana Tanggap Bersama PBB untuk situasi pengungsi Rohingya mengajukan permohonan dana sebesar 934,5 juta dolar AS (sekitar Rp15,2 triliun) untuk membantu para pengungsi Rohingya dan masyarakat tuan rumah di Bangladesh, tetapi baru 20 persen dari total dana yang dibutuhkan berhasil dikumpulkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara - Anadolu
Paus Leo XIV kembali tampil di Vatikan setelah operasi paru-paru. Pemeriksaan jaringan mengonfirmasi adanya adenokarsinoma paru-paru.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra berduka atas kecelakaan yang menewaskan empat suporter saat perjalanan menuju Surabaya.
The Manohara Hotel Yogyakarta menghadirkan Steak & Dimsum Dinner setiap Jumat dan Sabtu dengan promo Buy 1 Get 1 Free seharga Rp299.000 nett.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, anggaran pendidikan, perlindungan sosial, kesehatan, dan pertahanan mencatat sejumlah rekor.
Program Padat Karya di 10 lokasi Kota Jogja menyerap Rp2,4 miliar APBD 2026. Pemkot berharap anggaran tahun depan tidak dipangkas.
Keluarga Bharatu Laurentius Valdo meminta kasus penembakan di Pondok Cabe diusut tuntas karena menduga pelaku lebih dari satu orang.