KPK Awasi Ketat Program Makan Bergizi Gratis Rp268 Triliun
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Diskusi publik bertajuk AI Untuk Masa Depan Jogja: Teknologi untuk Keadilan, Kesejahteraan dan Inklusi. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Artificial Intelligence (AI) ata kecerdasan buatan saat ini berkembang pesat dengan banyaknya platform bermunculan. Perkembangan teknologi ini di satu sisi sangat membantu pekerjaan namun di sisi lain ada dampak negatif yang ditimbulkan. Oleh karena itu perlu adanya regulasi terkait AI agar pemanfaatannya digunakan dengan benar.
Pentingnya regulasi terkait AI ini dibahas dalam diskusi publik bertajuk AI Untuk Masa Depan Jogja: Teknologi untuk Keadilan, Kesejahteraan dan Inklusi di Kantor DPD, Senin (19/5/2025). Kegiatan itu diikuti para pemuda dari wilayah DIY serta dinas terkait.
Teknologi AI sangat berkembang sangat cepat. Bermunculan platform baru yang memudahkan berbagai aktivitas. Salah satu mencari informasi hingga mengerjakan berbagai tulisan. Kenyataan ini jika tidak diatur dengan regulasi maka dikhawatirkan akan memicu dampak negatif.
BACA JUGA: Balita di Sleman Harus Jalani Operasi karena Kekerasan Ibu Tiri, Polisi Tangkap Pelaku
"Sebenarnya regulasi terkait AI ini sudah diinisiasi oleh Komdigi, tetapi tentu ini menjadi PR bagaimana legislator dan kami di DPD agar mendorong terbentuknya UU tentang AI," katanya.
Menurutnya AI penting untuk diatur karena secara perlahan akan menjadi bagian yang tak terpisahkan tengah masyarakat. Ia siap untuk mengawal sampai diterbitkanya regulasi terkait AI.
"Tentu selain dampak positif pasti akan ada dampak negatif. Nah untuk meminimalkan dampak negatif maka harus ada payung hukumnya supaya tidak semakin banyak dampaknya," katanya.
Ia menambahkan, selain regulasi, edukasi terkait pemanfaatan AI juga perlu dilakukan khususnya kepada generasi muda. Tujuannya agar para pemuda tidak salah dalam memanfaatkan teknologi AI. "Sehingga pada diskusi kali juga banyak menghadirkan anak muda," ujarnya.
Sekda DIY Beny Suharsono mengapresiasi pelaksanaan diskusi tersebut. Menurutnya AI saat ini berkembang pesat dan memang harus direspons sedemikian rupa untuk meminimalkan dampak negatif.
"Menurut kami ini kolaborasi yang efektif dengan melibatkan berbagai pihak, bagaimana agar AI bisa digunakan dengan benar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
petugas mengamankan seorang pria berinisial MAR, warga Magelang, yang diduga berperan sebagai pengedar narkotika.
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se