Rupiah Berpotensi Melemah, Pasar Tunggu The Fed
Rupiah stagnan di Rp17.995 per dolar AS, berpotensi melemah dipicu sentimen global dan rilis notulen The Fed.
Koperasi - Ilustrasi/Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA– Para kepala desa diminta menjadi pelopor pembentukan koperasi merah putih di wilayah administrasi masing-masing.
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengatakan pembentukan koperasi merah putih dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat dengan menyerap gabah petani serta mendukung permodalan untuk mendirikan berbagai kegiatan usaha di desa sehingga menciptakan lapangan kerja.
BACA JUGA: Pemerintah Bakal Bikin 27.000 Koperasi di Desa yang Belum Punya
"Saya meminta kepala desa memanfaatkan berbagai program dari pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan warga desa," ujar Viva dalam webinar yang diikuti anggota Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) serta kepala desa dari sejumlah wilayah di Indonesia, sebagaimana dikutip dari keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Selain itu, ia mengatakan beroperasinya koperasi desa yang dapat menyediakan layanan simpan pinjam bagi masyarakat juga dapat mencegah eksploitasi oleh rentenir.
Pengembangan koperasi merah putih merupakan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pemerintah menargetkan untuk membentuk 80 ribu koperasi merah putih.
"Syarat dan ketentuan bisa diakses di web Kementerian Koordinator (Kemenko) Pangan, kemenko di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan," ujar Viva.
Ia mengatakan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) turut mendukung pengembangan koperasi desa karena banyak desa di Indonesia yang merupakan hasil dari program transmigrasi.
Sejak transmigrasi dilaksanakan pada 1950, program tersebut telah melahirkan 1.567 desa yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.
"Meski secara administrasi sudah diserahkan kepada pemerintah daerah dan Kementerian Dalam Negeri, namun tanggung jawab pemberdayaan dan pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi masih menjadi tugas Kementerian Transmigrasi,” katanya.
Viva menuturkan untuk mengembangkan perekonomian desa, pihaknya memiliki sejumlah program unggulan, yakni Transmigrasi Tuntas, Transmigrasi Patriot, Transmigrasi Gotong Royong, Transmigrasi Lokal, dan Transmigrasi Nusa Karya.
Ia menyatakan berbagai program tersebut bertujuan untuk membangun industrialisasi di kawasan transmigrasi berdasarkan potensi wilayah masing-masing, sesuai Astacita nomor 6, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
"Desa pun berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan menciptakan keadilan sosial," ucapnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah stagnan di Rp17.995 per dolar AS, berpotensi melemah dipicu sentimen global dan rilis notulen The Fed.
Persiku Kudus resmi homebase di Stadion Sultan Agung Bantul untuk Championship 2026/2027. Tinggalkan Wergu Wetan, Macan Muria siap berjuang dari Bantul.
Harga telur, ayam potong, cabai, dan sejumlah kebutuhan pokok di Gunungkidul turun selama program MBG libur. Pedagang menyebut permintaan pasar ikut berkurang.
Google mulai menutup Android! Pengembang custom ROM resah karena kode sumber Pixel di AOSP Android 16 tak lagi dibagikan. Simak dampak dan masa depannya di sini
FBI sita 600+ drone ilegal di Piala Dunia 2026. Miami terbanyak, pelanggar ancam denda Rp1,6 M. Regulasi drone AS terancam diperketat.
Bansos PKH & BPNT tahap 3 (Juli-September) belum cair. Status penerima bisa berubah. Cek jadwal, nominal, dan cara cek NIK secara resmi di sini.