Jenazah Korban KMP Virgo Ditemukan, Taruno Dimakamkan di Madiun
Jenazah Taruno Hidayat, korban KMP Virgo, ditemukan di Masalembo dan dimakamkan di Madiun. Adiknya masih dalam pencarian.
Foto ilustrasi. /Antara Foto
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Geologi mengungkapkan Gunung Gede, Jawa Barat, saat ini berstatus aktif di Level I (Normal) walau ada peningkatan kegempaan vulkanik, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang.
Berdasarkan data Badan Geologi, aktivitas Gunung Gede meningkat sejak 1 April 2025 hingga Kamis ini yang tercatat ada 47 gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, dan satu kali gempa tektonik jauh.
"Gunung Gede belum meletus, saat ini (memang) tercatat adanya peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik, namun belum ada erupsi dan statusnya masih di Level I. Kondisi ini masih terus kami pantau secara intensif," kata Kepala Badan Geologi M Wafid, Kamis.
Masyarakat diimbau tetap tenang, meski dalam beberapa hari termasuk pada Kamis ini tercatat ada beberapa gempa dalam skala kecil yang tercatat di wilayah Kabupaten Bandung, Cianjur, dan Sukabumi, karena menurut dia gempa ini belum menunjukkan keterkaitan dengan aktivitas Gunung Gede.
"Memang tercatat adanya peningkatan aktivitas gempa (termasuk) di wilayah Sukabumi, namun berdasarkan data yang kami miliki sejauh ini, gempa-gempa tersebut merupakan gempa tektonik dan belum menunjukkan keterkaitan langsung dengan aktivitas Gunung Gede," katanya.
Gunung Gede pun, lanjut dia, tidak menunjukkan perubahan signifikan dalam aktivitas vulkaniknya dan pihak Badan Geologi termasuk melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terus melakukan pemantauan secara intensif, baik dari peralatan kami dan pengamatan visual di lapangan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan selalu mengikuti arahan dari otoritas terkait serta update resmi dari Badan Geologi - PVMBG," ujarnya.
Sejauh ini sebagai tindakan pencegahan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memperpanjang penutupan pendakian hingga 7 April 2025 (awalnya sampai 3 April 2025), karena terjadi peningkatan gempa vulkanik Gunung Gede yang berpotensi menimbulkan letusan freatik atau hembusan gas gunung api.
Kemudian masyarakat di kaki gunung juga diharapkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan serta tidak menuruni, mendekati, dan bermalam, dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon, karena Gunung Gede berpotensi mengeluarkan gas gunung api yang berbahaya terutama dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jenazah Taruno Hidayat, korban KMP Virgo, ditemukan di Masalembo dan dimakamkan di Madiun. Adiknya masih dalam pencarian.
Satgas MBG Sleman membahas penguatan SOP SPPG usai audiensi Warga Peduli Anak dengan DPRD Sleman terkait dugaan keracunan pangan.
Kemenhut mengembangkan kasus pembalakan liar di TN Berbak dan Sembilang setelah dua orang ditetapkan sebagai tersangka.
Lima kalurahan di Sleman memilih mekanisme voting untuk Pilur PAW. Sebanyak 15 calon mengikuti pemilihan di lima kalurahan.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Industri pelumas mengubah strategi menghadapi pertumbuhan EV dengan memperkuat pasar industri dan mengembangkan produk bernilai tambah.