Prabowo Hadiri Sidang DPR, Sampaikan Kerangka RAPBN 2027
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Logo Nahdlatul Ulama (NU)
Harianjogja.com, JAKARTA— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprediksi kemungkinan 1 Syawal 1446 H atau IdufFitri (Lebaran) akan jatuh pada waktu bersamaan, baik itu dengan Muhammadiyah atau seluruh umat Muslim.
"Awal Syawal kita tunggu saja nanti, kita belum waktunya untuk membicarakan, akan tetapi Insyaallah prediksinya Syawal nanti bisa bareng. Jadi kita tunggu saja nanti, karena posisi hilal masih di bawah ufuk, ketika ijtimak atau rukyah itu masih di bawah ufuk, seluruh Indonesia kemungkinan akan sama semua," kata Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Sirril Wafa di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan penetapan 1 Syawal ditentukan atas dasar rukyatul atau pemantauan hilal.
"Bukan hanya sama dengan Muhammadiyah, semuanya jadi sama, kalau di NU atas dasar rukyah itu," ucap Sirril.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) juga menyampaikan potensi umat Muslim di Indonesia akan menjalani Lebaran secara bersamaan.
"Alhamdulillah puasanya sama besok, mudah-mudahan nanti lebarannya juga sama, potensinya sama juga, tetapi nanti tetap kita akan tunggu, pada waktunya akan diumumkan," kata Gus Ipul.
Pemerintah melalui Kementerian Agama telah mengumumkan Ramadhan 1446 H jatuh pada esok hari, Sabtu (1/3).
BACA JUGA: Hasil Sidang Isbat, Awal Puasa Ramadan Jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan sidang menyepakati keputusan tersebut karena beberapa hal. Paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag yang menyebutkan pada hari rukyat tanggal 28 Februari 2025, tinggi hilal di seluruh wilayah NKRI antara 3° 05‘ 55“ atau 3,10 derajat s.d. 4° 40‘ 96“ atau 4,68 derajat.
Dengan sudut elongasi antara 4° 47‘ 02“ atau 4,78 derajat s.d. 6° 24‘ 14“ atau 6,40 derajat.
Artinya, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Ramadhan 1446 H, pada hari rukyat 29 Sya’ban 1446 H/28 Februari 2025 M posisi hilal di wilayah NKRI ada yang telah memenuhi kriteria tinggi hilal minimum 3° dan sudut elongasi minimum 6,4°.
Sementara itu, berdasarkan penghitungan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah pada hari Jumat, 29 Syakban 1446 H, bertepatan dengan 28 Februari 2025, ijtimak menjelang Ramadhan 1446 H terjadi pada pukul 07:46:49 WIB.
Tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta (¢ = -07° 48' LS dan l= 110° 21' BT ) = +4° 11' 8'', sehingga hilal sudah wujud.
Pada saat matahari terbenam, Jumat, 28 Februari 2025 di wilayah Indonesia, bulan berada di atas ufuk, karena itu hilal sudah wujud. Dengan demikian, 1 Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Kemudian, 1 Syawal 1446 Hijriah atau Idul Fitri 2025, jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025 Masehi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Honda patenkan teknologi pseudo-clutch untuk motor listrik masa depan. Menghadirkan kembali sensasi kopling, inersia, dan getaran khas motor bensin.
SPMB Sleman 2026 jalur Domisili Wilayah beri kemudahan bagi santri dan anak panti asuhan untuk mendaftar sekolah. Simak syarat dan jadwal lengkapnya.
Berikut jurusan kuliah yang diprediksi paling dibutuhkan 10 tahun ke depan, mulai AI, data science, hingga kesehatan dan energi.
Freiburg vs Aston Villa di Liga Europa diprediksi berlangsung ketat. Emery andalkan pengalaman Eropa, Freiburg kuat di kandang.
Bank Jateng terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah melalui pengembangan berbagai layanan transaksi non-tunai.