Presiden Prabowo Minta Seluruh Kebutuhan MBG Dipasok Desa

Newswire
Newswire Minggu, 02 Februari 2025 09:17 WIB
Presiden Prabowo Minta Seluruh Kebutuhan MBG Dipasok Desa

Siswa Kelas 2 SDN Sinduadi Timur, Dhamar dan Bilal, sedang sedang menikmati makanan program Makan Bergizi Gratis yang digelar di Kalurahan Sinduadi, Depok, Sleman, Senin (13/1/2025). - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono

Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria menyatakan Presiden RI Prabowo Subianto meminta agar seluruh kebutuhan pokok makan bergizi gratis (MBG) dipasok oleh desa.

"Pak Prabowo meminta agar seluruh kebutuhan MBG dipasok dari desa-desa," katanya di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (1/2/2025) malam.

Riza mengatakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus mulai bersiap dan terlibat aktif untuk pasokan kebutuhan pangan MBG. "UMKM dan koperasi semua jadi prioritas dari Badan Gizi Nasional, harapannya agar desa bisa aktif seperti yang disampaikan presiden," katanya.

BACA JUGA : Pembangunan Dapur Umum MBG di Bantul Capai 54 Persen, Ditarget Rampung Bulan Depan

Dengan upaya tersebut diharapkan ke depan pertumbuhan ekonomi akan meningkat sampai 4-7 kali lipat, karena adanya perputaran uang yang beredar di desa sebagai dampak dari program MBG. "Oleh karena itu, harapannya seluruh desa siap menyambut program ini, jadi subjek pembangunan desa," katanya.

Pihaknya juga berharap program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Pemerintah sudah mengeluarkan Permendes soal dana desa, yakni Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa dengan menetapkan batasan istilah yang digunakan dalam pengaturannya.

"Dalam Permendes, sekurangnya minimal 20 persen untuk ketahanan pangan. Desa mendukung program ketahanan pangan, mendukung swasembada pangan," katanya.

Selain itu, dia menyampaikan nantinya akan ada desa tematik, seperti misalnya kampung cabai, kampung padi, kampung durian, desa ikan gabus, desa ikan patin, dan sebagainya.

BACA JUGA : Serangga Diproyeksikan Jadi Menu MBG, Begini Respons Ahli Gizi UGM

"Oleh karena itu, semua desa harus punya potensi desa masing-masing untuk dimajukan, bahkan ekspor nantinya. Selama ini juga sudah ada beberapa desa yang punya kemampuan ekspor. Harapannya ke depan semuanya," ujarnya.

Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan lima tahun mendatang jumlah desa tertinggal dan desa sangat tertinggal dapat terus berkurang. "Kita jadikan desa yang berkembang jadi desa maju dan mandiri," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online