Gencatan Senjata Israel dan hamas Dimulai Siang Ini, Begini Kesepakatannya

Newswire
Newswire Minggu, 19 Januari 2025 13:07 WIB
Gencatan Senjata Israel dan hamas Dimulai Siang Ini, Begini Kesepakatannya

\r\nWarga Palestina membongkar puing-puing rumah yang hancur akibat serangan Israel untuk mencari korban di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dengan kelompok Hamas di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, Kamis (19/10/2023). - Antara/Reuters/Ibraheem Abu Mustafa\r\n\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA - Gencatan senjata antara Israel dan milisi Hamas palestina di Jalur Gaza akan mulai diberlakukan pada Minggu pagi waktu setempat (19/1/2025) atau Pukul 13.30 WIB. Kesepakatannya itu dilanjutkan dengan pembebasan para sandera.

Mengutip Reuters, gencatan senjata tiga tahap akan berlangsung pada pukul 06.30 GMT pada hari Minggu waktu setempat (19/1/2025) atau pada pukul 13.30 WIB.

Tahap pertama akan berlangsung selama enam minggu, di mana 33 dari 98 sandera yang tersisa, seperti wanita, anak-anak, pria di atas 50 tahun, serta orang yang sakit dan terluka, akan dibebaskan. Sebagai gantinya, hampir 2.000 tahanan dan narapidana Palestina akan dibebaskan.

Adapun, tahanan yang dibebaskan mencakup 737 pria, wanita dan remaja. Beberapa di antaranya adalah aggota kelompok yang dihukum karena menyerang dan membunuh puluhan warga Israel. Selain itu, terdapat juga ratusan warga Palestina dari Gaza, yang telah ditahan sejak perang dimulai.

BACA JUGA: Lebanon Mendesak Israel Mundur dari Wilayahnya

Kemudian, pada Minggu Sore, diperkirakan tiga sandera perempuan akan dibebaskan melalui Palang Merah, dengan imbalan pembebasan 30 tahanan Palestina untuk masing-masing Sandera.

Setelah pembebasan sandera pada hari Minggu, negosiator utama Amerika Serikat, Brett McGurk mengatakan bahwa kesepakatan tersebut mengharuskan empat sandera perempuan lainnya dibebaskan setelah tujuh hari, diikuti dengan pembebasan tiga sandera lagi setiap tujuh hari setelahnya.

Selama tahap pertama, tentara Israel akan mundur dari beberapa posisinya di Gaza. Warga Palestina yang terpaksa mengungzi dari wilayah di utara Gaza akan diizinkan untuk kembali.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online