Omzet Pedagang Kantin Sekolah Menurun Terdampak MBG, Begini Respons Kepala BGN

Newswire
Newswire Selasa, 14 Januari 2025 15:17 WIB
Omzet Pedagang Kantin Sekolah Menurun Terdampak MBG, Begini Respons Kepala BGN

Foto ilustrasi makanan bergizi ideal. - Freepik

Harianjogja.om, JAKARTA—Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan kesiapannya untuk merangkul pedagang kantin dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar bisa ikut terlibat dalam program makan bergizi gratis (MBG).

"Kantin termasuk ke dalam kriteria mitra kami," kata Dadan dilansir Antara Selasa (14/1/2025). Sebelumnya omzet pedagang kantin di Jakarta yang dikhawatirkan menurun karena adanya program MBG.

BGN menyatakan terbuka menerima segala mitra untuk bisa menyukseskan program yang dicanangkan Presiden Prabowo. Program ini dikerjakan secara bertahap termasuk mekanisme untuk bisa meringankan usaha pedagang kantin dan UMKM. "Program dikerjakan bertahap, kami sedang menyiapkan mekanisme yang meringankan UMKM agar bisa ikut terlibat," ujarnya.

BACA JUGA : Program MBG di DIY Mulai Bergulir di Beberapa Tempat

Pada kesempatan berbeda, Kepala Sekolah SDN Bangka 01 Pagi Agus Suwardi mengatakan kantin tetap bisa hidup sehubungan dengan berlakunya program MBG yang  diterapkan di wilayah Jakarta Selatan. "Di jam istirahat kedua, kami memberi kesempatan kepada kantin. Jadi program makan bergizi gratis tidak akan bersinggungan," kata Agus.

Agus menegaskan kantin di sekolahnya tidak disuruh tutup, namun sudah diberikan informasi bahwa akan dilaksanakan kegiatan makan bergizi gratis. Nantinya dijadwalkan anak-anak akan diutamakan mengonsumsi makanan dari MBG yang diantarkan ke setiap kelas masing-masing terlebih dahulu.

Pedagang kantin SDN Bangka 01 Pagi bernama Yuni mengatakan pihaknya siap jika dilibatkan dalam program MBG terutama untuk pengadaan katering. "Kalau ada sih saya mau, kalau misalnya ada kesempatan, saya mau dikasih kesempatan," ujar Yuni.

Yuni mengatakan pihaknya sudah berjualan di kantin sekolah tersebut sejak 2014 hingga kini. Dia mengaku sudah lama jualannya terbilang sepi terhitung sejak pandemi COVID-19 melanda.

BACA JUGA : Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Sleman, Petugas SPPG Tidur di Dapur

Sebelum pandemi, dia mengaku bisa mendapatkan pemasukan hingga Rp500 ribu per harinya. Namun kini hanya bisa menerima Rp100 ribu per hari. Terlebih, para murid lebih memilih membawa bekal sendiri daripada membeli di kantin. "Makanya jadi juga nggak tahu kelanjutannya gimana ini," ucap Yuni.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online