Marc Marquez Dibayangi Kutukan Mandalika Jelang GP Indonesia
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bibit siklon tropis 98S berpotensi memicu tinggi gelombang laut dan peningkatan kecepatan angin di kawasan Samudra Hindia selatan Jawa Timur - Bali dan sekitarnya.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan potensi peningkatan tinggi gelombang laut tersebut perlu diwaspadai masyarakat setempat setidaknya pada periode 30 Desember - 2 Januari 2025.
Berdasarkan pengamatan tim meteorologi BMKG diketahui bahwa bibit siklon tropis 98S terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Bengkulu. Kawasan ini sebelumnya telah dideteksi BMKG sebagai suspek area siklon tropis dalam beberapa hari terakhir.
Pusat sirkulasi bibit siklon tropis 98S berada pada koordinat pada koordinat 94.5 derajat BT dan 15.9 derajat LS dengan kecepatan angin maksimum lebih dari 28 kilometer per jam.
Bibit siklon tersebut diperkirakan berpotensi menjadi siklon tropis dalam kategori rendah. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai dampak tidak langsung berupa peningkatan tinggi gelombang laut yang dapat disertai angin kencang.
Adapun pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut - Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 8 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat - Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8 - 27 knot.
BMKG memetakan potensi peningkatan tinggi gelombang laut menyasar sejumlah wilayah perairan di antaranya Samudra Hindia barat Bengkulu - Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa - NTB, Laut Jawa, Laut Natuna Utara dan Samudera Pasifik utara Papua dengan tinggi 1,25-2,5 meter.
Dwikorita mengungkapkan selain itu para pelaku transportasi pelayaran kapal mulai dari kapal nelayan, kapal ferry, tongkang dan kapal pesiar juga diminta untuk waspada dampak gelombang laut tinggi 2.50 - 4.0 meter yang dipicu oleh keberadaan bibit siklon tropis 98S tersebut di kawasan Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur - Bali.
Harianjogja.com, JAKARTA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bibit siklon tropis 98S berpotensi memicu tinggi gelombang laut dan peningkatan kecepatan angin di kawasan Samudra Hindia selatan Jawa Timur - Bali dan sekitarnya.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan potensi peningkatan tinggi gelombang laut tersebut perlu diwaspadai masyarakat setempat setidaknya pada periode 30 Desember - 2 Januari 2025.
Berdasarkan pengamatan tim meteorologi BMKG diketahui bahwa bibit siklon tropis 98S terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Bengkulu. Kawasan ini sebelumnya telah dideteksi BMKG sebagai suspek area siklon tropis dalam beberapa hari terakhir.
Pusat sirkulasi bibit siklon tropis 98S berada pada koordinat pada koordinat 94.5 derajat BT dan 15.9 derajat LS dengan kecepatan angin maksimum lebih dari 28 kilometer per jam.
Bibit siklon tersebut diperkirakan berpotensi menjadi siklon tropis dalam kategori rendah. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai dampak tidak langsung berupa peningkatan tinggi gelombang laut yang dapat disertai angin kencang.
Adapun pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut - Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 8 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat - Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8 - 27 knot.
BMKG memetakan potensi peningkatan tinggi gelombang laut menyasar sejumlah wilayah perairan di antaranya Samudra Hindia barat Bengkulu - Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa - NTB, Laut Jawa, Laut Natuna Utara dan Samudera Pasifik utara Papua dengan tinggi 1,25-2,5 meter.
Dwikorita mengungkapkan selain itu para pelaku transportasi pelayaran kapal mulai dari kapal nelayan, kapal ferry, tongkang dan kapal pesiar juga diminta untuk waspada dampak gelombang laut tinggi 2.50 - 4.0 meter yang dipicu oleh keberadaan bibit siklon tropis 98S tersebut di kawasan Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur - Bali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Kualitas tidur berperan penting menjaga kesehatan otak. Kurang tidur dapat memengaruhi memori, konsentrasi hingga fungsi kognitif.
Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V pada 14–17 Oktober 2026 di Makassar
Presiden Prabowo menunjuk Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria pada 1 Oktober 2026 setelah sebelumnya menjabat Wakapolri.
Kabut asap menurunkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi. Enam penerbangan mengalami keterlambatan hingga pukul 11.00 WIB.