Kuota Impor Daging Sapi 2026 Dipangkas, Pengusaha Wanti-wanti PHK
Pemangkasan kuota impor daging sapi 2026 dikeluhkan pengusaha karena dinilai mengancam usaha, tenaga kerja, dan berpotensi memicu PHK.
Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Senin (19/2/2024). - Antara /Erlangga Bregas Prakoso
Harianjogja.com, JAKARTA—Anggota Komisi IV DPR Fraksi Golkar Adrianus Asia Sidot menyoroti bantuan pangan untuk kelompok rentan seperti bantuan beras yang dinilai tidak tepat sasaran. Wakil rakyat itu juga menyebut acap kali ada permainan mafia yang bermain di balik bantuan beras yang diberikan pemerintah.
Hal itu Adrianus Asia Sidot di hadapan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV di Kompleks Senayan DPR, Jakarta, Selasa (19/11/2024).
“… bantuan beras bantuan pangan ini seringkali tidak tepat sasaran, tidak sampai pada orang yang seharusnya menerima atau justru ada penyimpangan yang ada di lapangan,” kata Adrianus.
Pasalnya, dia mengungkap ada banyak permainan mafia dalam penerimaan bantuan beras. Padahal, ungkap dia, kebijakan yang sudah ditetapkan di tingkat pusat tidak terlaksana dengan baik di lapangan.
“Di lapangan kadang-kadang banyak permainan, banyak mafianya, seperti yang saya katakan tadi di tingkat pusat bagus tetapi di daerah atau di lapangan yang melenceng dari kebijakan,” ujarnya.
Adrianus pun meminta agar Bapanas terus melakukan pemantauan secara berkala dan khusus mengawasi yang bantuan beras untuk kelompok rentan pangan alias masyarakat yang masuk ke kategori miskin.
BACA JUGA: Bansos Beras Kembali Disalurkan Bulan Ini, Berikut Daftar Penerima di Kabupaten Sleman
“Penerima bantuan ini juga harus betul-betul diawasi, di-update terus datanya sehingga bantuan itu tepat sasaran,” pintanya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Bapanas juga meminta tambahan anggaran belanja bernilai jumbo, yakni senilai Rp31,01 triliun untuk menyalurkan bantuan pangan seperti stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) beras, telur ayam, hingga daging ayam.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyampaikan usulan anggaran tambahan ini untuk penyelenggaraan dan penyaluran cadangan pangan pemerintah, baik melalui bantuan pangan, SPHP beras, maupun outlet lainnya.
Dia menjelaskan bahwa tambahan anggaran itu untuk memenuhi bantuan pangan beras kepada 16 juta penerima bantuan beras (PBP) selama 6 bulan pada 2025.
“Ini memang 6 bulan lalu untuk bantuan pangan [beras] 10 kg untuk 16 juta KPM [keluarga penerima manfaat] atau PBP,” ujar Arief.
Untuk bantuan beras, Bapanas membutuhkan anggaran belanja tambahan senilai Rp29,39 triliun. Selain itu, Bapanas juga membutuhakn anggaran senilai Rp474,92 miliar untuk bantuan jagung. Lalu, bantuan pangan berupa kedelai senilai Rp308,26 miliar.
Selain itu, Arief menyampaikan bantuan pangan juga diberikan berupa daging ayam dan telur ayam dengan total anggaran Rp831,98 miliar. Alhasil, total anggaran tambahan yang diminta Bapanas adalah Rp31,01 triliun.
Arief menjelaskan bahwa bantuan pangan ini juga diperuntukkan untuk keluarga risiko stunting (KRS). “Untuk bantuan pangan stunting kepada 1,5 juta KRS, 1 kg daging ayam, dan 10 pcs telur ayam selama 6 bulan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemangkasan kuota impor daging sapi 2026 dikeluhkan pengusaha karena dinilai mengancam usaha, tenaga kerja, dan berpotensi memicu PHK.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.