Gempa M7,4 Guncang Kolombia, 6 Bandara Rusak dan Ditutup
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan merusak enam bandara. Aktivitas penerbangan dihentikan hingga evaluasi infrastruktur selesai.
Salah satu naskah kuno Nusantara yang dipamerkan di Museum Nasional, Jakarta. – Antara/Lintang Budiyanti Prameswari
Harianjogja.com, JAKARTA—Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Mariana Ginting menyebut baru 24 persen naskah kuno Nusantara atau sekitar 19.726 yang hingga kini berhasil dilestarikan.
“Pelestarian naskah kuno bukanlah tugas yang mudah. Kita ketahui bahwa dari grand design pelestarian naskah kuno Nusantara, ada sekitar 82.158 naskah kuno yang tersebar di seluruh Indonesia, dan baru sekitar 24 persen atau 19.726 yang berhasil dilestarikan oleh Perpusnas,” katanya dalam webinar ekspos hasil pelestarian Naskah Nusantara yang diikuti di Jakarta, Selasa (19/11/2024).
Untuk itu, ia menekankan pentingnya pelestarian naskah kuno di daerah, baik melalui lembaga atau masyarakat sehingga naskah-naskah tersebut dapat terselamatkan dari kehancuran sekaligus menjaga kekayaan budaya dan peradaban bangsa.
Meski begitu, Mariana memaparkan capaian pelestarian naskah kuno Nusantara dari rencana kerja Perpusnas telah melebihi target.
“Rencana strategis dari tahun 2020-2024 kita sudah melebihi target, yang ditargetkan 22,75 persen, saat ini sudah mencapai 28,38 persen,” ujar dia.
Ia juga menyampaikan, selama tahun 2024 Perpusnas telah melakukan pelestarian naskah kuno di 12 provinsi di Indonesia.
“Kami sangat bangga atas kontribusi ini dalam penyelamatan naskah kuno yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan literasi yang tak ternilai. Pelestarian mencerminkan komitmen Perpusnas sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam warisan literasi bangsa,” tuturnya.
BACA JUGA: Jauh di Bawah Rata-rata Nasional, Pemkot Jogja Terus Dorong Konsumsi Ikan
Ia juga mengemukakan, tujuan dari kegiatan ekspos capaian pelestarian naskah kuno Nusantara bukan hanya untuk mempublikasikan capaian yang telah berhasil diraih, melainkan juga memberikan inspirasi serta dorongan bagi lembaga serta pemangku kepentingan agar turut aktif dalam pelestarian naskah kuno.
“Pelestarian naskah ini bukan sekadar usaha menjaga dokumen, tetapi upaya mempertahankan jejak sejarah, pengetahuan, dan peradaban yang membentuk bangsa kita. Naskah kuno merupakan cerminan dari identitas dan kearifan lokal yang harus terus dijaga dari ancaman kepunahan,” demikian Mariana Ginting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan merusak enam bandara. Aktivitas penerbangan dihentikan hingga evaluasi infrastruktur selesai.
Marvin Loria mengaku cepat beradaptasi di PSIM Jogja. Cuaca, suasana, dan sambutan pemain membuat winger Kosta Rika itu nyaman.
Pemerintah menindak penerima bansos yang terindikasi judi online. Sebanyak 1,49 juta KPM ditangguhkan dan pengawasan diperketat.
Sebanyak 1.416 Jembatan Garuda telah selesai dibangun hingga Juli 2026 dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
Kemenkes menemukan sekitar 1 juta kasus baru hipertensi dari CKG 2026. Pemeriksaan rutin dinilai penting meski masyarakat merasa sehat.
“Pencapaian 3.212 SPK pada ajang GIIAS 2026 yang melampaui target penjualan kami, serta kesuksesan Mitsubishi New Xforce dalam mencatatkan lebih dari 1.000,"