Dari Prancis, Paus Leo XIV Serukan Eropa Ikut Jaga Perdamaian Dunia
Paus Leo XIV menyerukan Eropa memperkuat peran menjaga perdamaian global dan mendorong dialog untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Minggu (18/4/2021). /ANTARA-Andi Firdaus
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan deteksi kasus Tuberkulosis (TBC) menjadi langkah pertama yang perlu dilakukan dalam rangka mengakhiri atau mengeliminasi penyebaran penyakit tersebut.
"Langkah yang nomor satu sama seperti penyakit menular lain, itu harus ditemukan dulu. Dari satu juta [kasus TBC] yang ditemukan cuma 400 ribu. Mereka kan menular sifatnya, kalau gak ditemukan kayak COVID-19 dia lari ke mana mana," kata Menkes Budi saat ditemui usai menghadiri upacara Hari Kesehatan Nasional ke-60 di Kantor Kemenkes, Jakarta, pada Selasa.
TBC merupakan pandemi terbesar di dunia, yang sampai sekarang belum tertangani sepenuhnya, dimana penyakit ini telah menyebabkan kematian bagi lebih dari satu miliar jiwa dalam 200 tahun terakhir. Oleh karena itu ia menegaskan bahwa TBC harus dapat diidentifikasi dan dideteksi di seluruh jaringan fasilitas kesehatan.
"Saya ingin memastikan bahwa TBC sebagai penyakit menular itu harus bisa diidentifikasi, diskrining, didiagnosa oleh seluruh jajaran fasilitas kesehatan kita," ucap Menkes.
Pada tahun 2023, kata dia, ditemukan sebanyak 800 ribu kasus TBC dan Kemenkes pada tahun ini menargetkan upaya deteksi bisa menemukan 900 ribu kasus.
Inovasi pada obat-obatan TBC yang dikembangkan saat ini memungkinkan penderitanya bisa melewati masa terapi dalam jangka waktu lebih pendek untuk mencapai sembuh total, dimana pengobatan saat ini sudah bisa diselesaikan dalam empat sampai enam bulan.
"Kemarin saya baru acara di Bali ini ada kongres TBC besar, itu dicoba untuk TBC obatnya bisa ditekan ke satu bulan karena masalah TBC itu orang gak sabar mesti minum obat," ujar Menkes.
Melalui deteksi kasus TBC serta serta pengobatan yang berkelanjutan, maka angka kasus atau prevalensi TBC bisa ditekan. Menkes Budi juga mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia aktif terlibat dalam uji klinis fase ketiga vaksin TBC sehingga ditargetkan vaksin tersebut bisa selesai dikembangkan sebelum tahun 2029.
"Indonesia juga sekarang sedang aktif melakukan clinical trial fase tiga untuk vaksin TBC di lima center di Indonesia dan diharapkan Indonesia bisa berperan aktif menyelesaikan vaksin TBC baru ini sebelum tahun 2029," ucap Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Paus Leo XIV menyerukan Eropa memperkuat peran menjaga perdamaian global dan mendorong dialog untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.