Prabowo Singgung Ekonomi Neoliberal dan Amanat Pasal 33 UUD 1945
Prabowo menegaskan ekonomi Indonesia harus berasas kekeluargaan dan pengelolaan kekayaan alam ditujukan untuk kemakmuran rakyat.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Jumlah penduduk muslim di Indonesia mencapai 236 juta jiwa. Sebagai negara dengan mayoritas beragama Islam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menekankan pentingnya pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Jokowi mengatakan bahwa pemerintah tak ingin bahwa peluang besar itu lepas dan direbut potensinya oleh negara-negara lain. "Ini sebuah market besar, pasar besar, potensi besar, yang harus kita pikirkan agar peluang yang ada tidak lepas ke negara yang lain,” ujarnya.
BACA JUGA: Luruskan Isu Soal Ekspor Pasir Laut, Jokowi: yang Diekspor Sedimen yang Mengganggu
Hal ini disampaikannya usai meresmikan Kawasan Indonesia Islamic Financial Center (IIFC) dan Kantor FIBA Indonesia di Menara Danareksa Jakarta, Selasa (17/9/2024).
"Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri halal dunia. Langkah ini harus diikuti dengan penguatan ekosistem ekonomi syariah serta menyiapkan pelaku industri halal yang profesional," kata Presiden Ke-7 RI itu.
Apalagi, orang nomor satu di Indonesia itu juga menyoroti pertumbuhan signifikan dari industri keuangan syariah di Indonesia. Misalnya, bahwa aset bank syariah tumbuh 9,07%, sementara aset bank nasional tumbuh 8,9%. Dana pihak ketiga (DPK) bank syariah juga tumbuh 10,41%, sedangkan bank nasional 8,43%.
“Saya kira apa, potensi besar ekonomi syariah ini betul-betul harus secara detail dilihat, baik yang berkaitan dengan ekosistem industri syariah, ekosistem ekonomi syariah, kemudian dukungan kepada fesyen muslim, perniagaan halal, industri makanan dan minuman halal, dan wisata halal," ucapnya.
Oleh sebab itu, Jokowi menyampaikan bahwa pertumbuhan ini menunjukkan potensi besar bagi Indonesia untuk menjadi barometer perbankan syariah tidak hanya di tingkat nasional, tetapi Asia dan dunia. Dia juga berharap bank syariah di Indonesia mampu bersaing secara global dengan manajemen yang modern, profesional, dan kompetitif.
Kawasan IIFC pun diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan ekosistem ekonomi syariah dan mendukung berbagai industri halal. Mulai dari busana muslim, wisata halal, hingga industri makanan dan minuman halal. “Ini akan terdukung semuanya sehingga potensi yang ada tidak lepas lari ke kawasan lain atau ke negara yang lain,” pungkas Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Prabowo menegaskan ekonomi Indonesia harus berasas kekeluargaan dan pengelolaan kekayaan alam ditujukan untuk kemakmuran rakyat.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.