Hasto Singgung Jokowi, Grace Natalie: Kalau Tak Sejalan, Tarik Saja Menteri PDIP dari Kabinet

Akbar Evandio
Akbar Evandio Jum'at, 16 Agustus 2024 15:47 WIB
Hasto Singgung Jokowi, Grace Natalie: Kalau Tak Sejalan, Tarik Saja Menteri PDIP dari Kabinet

Grace Natalie/JIBI

Harianjogja.com, BALIKPAPAN—Pernyataan Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto yang mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah sosok yang ingin mengambil alih posisi ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bikin jengkel Staf Khusus Presiden, Grace Natalie.

Apabila Partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri itu sudah tak sejalan dengan visi misi Presiden Joko Widodo (Jokowi), katanya, maka mereka dapat menarik menteri-menterinya dari Kabinet Indonesia Maju (KIM).

“Sudah cukup lama PDIP terus menerus menyerang dan memfitnah Pak Presiden. Kalau memang sudah tidak sejalan dengan pemerintah, ya tarik aja menteri-menterinya. Gitu aja kok repot,” ujarnya, Jumat (16/8/2024).

Lebih lanjut, dia memperingatkan bahwa Hasto seringkali keluar batas dalam setiap penyampaiannya. Grace menilai bahwa pernyataan Hasto seringkali bisa berpotensi menjadi fitnah dan bola panas liar yang turun di masyarakat.

“Lagi-lagi Mas Hasto offside. Kali ini dengan tuduhan tanpa bukti menyebut nama Pak Jokowi akan merebut partai PDIP sebagai Ketua Umum PDIP. Buktinya apa? Tanpa bukti ucapan mas Hasto bisa dipahami sebagai fitnah,” ucap Grace.

Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkap sosok yang disebut ingin mengambil alih posisi ketua umum partai tersebut, yakni tidak lain dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diketahui, isu mengenai Jokowi yang hendak mengambil posisi ketua umum PDIP bukan pertama kali muncul belakangan ini.

Pada 2023, Hasto sempat menyampaikan hal tersebut di sejumlah kesempatan. Kepala Negara pun juga sudah pernah memberikan respons. 

Namun, pada Rabu (14/8/2024), Megawati Soekarnoputri kembali melontarkan pernyataan bahwa adanya sosok yang ingin mengambil partainya itu menjadi alasan mengapa dia bersedia kembali menjabat ketua umum. 

Saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (15/8/2024), Hasto pun langsung terang-terangan menyebut sosok dimaksud adalah Jokowi.  "Ada seorang mantan menteri yang kemudian dihubungi oleh menteri dalam kabinet Bapak Jokowi, yang menyatakan keinginan dari Pak Jokowi untuk menduduki posisi ketua umum PDI Perjuangan. Itu pernah saya sampaikan ke publik," ujarnya setelah bertemu dengan penyidik KPK terkait dengan pemeriksaan sebagai saksi di kasus DJKA Kemenhub.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online