Cerita Jokowi Merasa Dibayang-bayangi Kolonial Saat Tinggal di Istana Kepresidenan Jakarta

Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma Selasa, 13 Agustus 2024 11:27 WIB
Cerita Jokowi Merasa Dibayang-bayangi Kolonial Saat Tinggal di Istana Kepresidenan Jakarta

Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri Tahun 2024 di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (28/2/2024). – Antara/Bayu Pratama

Harianjogja.com JAKARTA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku selalu dibayangi oleh peninggalan kolonial Hindia-belanda saat menduduki Istana di Jakarta dan Bogor.

Dia menyampaikan, untuk Istana di Jakarta merupakan bekas tempat dinas Gubernur Jenderal Hindia Belanda yakni Jenderal Pieter Both dan Johan Wilhelm van Lansberge. "Jadi kalau di Istana Negara itu dihuni oleh Gubernur Jenderal Pieter Both, Istana Merdeka dihuni Gubernur Jenderal Johan Wilhelm van Lansberge," kata Jokowi dalam pengarahan kepada Kepala Daerah seluruh Indonesia di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada Selasa (13/8/2024).

BACA JUGA : Prabowo Siapkan Anggaran Jumbo untuk Menyelesaikan IKN, Ini Prioritas Pembangunannya

Jokowi menambahkan, untuk yang di Istana Bogor merupakan peninggalan Gubernur Jenderal Belanda Gustaaf Willem baron van Imhoff. Dengan demikian, orang nomor satu di Indonesia itu mengaku selalu merasakan aroma kental kolonialisme saat menduduki Istana Kepresidenan di Indonesia.

"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa itu sekali lagi Belanda, bekas Gubernur Jenderal Belanda, dan sudah kita tempati 79 tahun, bau-bau kolonial selalu saya rasakan setiap hari, dibayang-bayangi," katanya.

Alhasil, menurutnya, Istana Negara di IKN merupakan simbol Indonesia mampu membuat bangunan kepresidenan hasil karya anak bangsa dengan desain yang sesuai dengan keinginan negara. Namun demikian, eks Gubernur Jakarta itu juga menilai proyek pembangunan IKN baru akan selesai selama 10-15 tahun mendatang.

BACA JUGA : Presiden ke-6 SBY Dipastikan Tak Hadiri Undangan Upacara 17 Agustus di IKN, Ini Kata AHY

Oleh karena itu, proses pembangunan di IKN baru mencapai 20%. "Akan selesai 10-15 tahun yang akan datang, ini belum selesai, mungkin baru 20%, titik spot yang dibanguna bukan hanya KIPP, banyak yang masih belum dibangun, di luar dari ini banyak kawasan yang dibangun fasilitas pendukung lainnya," pungkas Jokowi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online