Tarif Tunggal Diterapkan di Merak-Bakauheni demi Kelancaran Mudik 2026
ASDP berlakukan tarif tunggal Merak-Bakauheni selama Lebaran 2026. Tiket eksekutif ditiadakan dan harga diskon 51persen demi kelancaran arus mudik.
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan timbunan sampah di depo yang ada di wilayah Kota Jogja belum lama ini. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JAKARTA—Indonesia berpotensi kehilangan pendapatan negara hingga Rp551 triliun akibat timbunan sampah. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan kehilangan pendapatan negara tersebut dapat dicegah dengan melakukan pengendalian susut dan sisa pangan atau food loss and waste.
Apabila Indonesia mulai melakukan intervensi dengan penyelamatan food loss and waste, negara dapat menyelamatkan Rp213 triliun hingga Rp551 triliun atau setara dengan 4% hingga 5% produk domestik bruto (PDB) Indonesia. “Intervensi prioritas dapat menekan jumlah timbunan sampah hingga separuh yang ada saat ini dan mencegah risiko kehilangan ekonomi hingga Rp551 triliun per tahun,” ujarnya dalam Green Economy Expo di Jakarta Convention Center, Rabu (3/7/2024).
BACA JUGA : Beroperasi September 2024, TPST Modalan Akan Menampung Sampah 27 Ribu KK di Banguntapan
Bukan hanya persoalan ekonomi, pemanfaatan sisa pangan yang masih layak konsumsi juga dapat memenuhi kebutuhan energi setidaknya sebanyak 62% dari total penduduk yg kekurangan energi. Pengelolaan susut dan sisa makanan turut berkontribusi pada penurunan emisi hingga 1.702,9 metrik ton CO2e atau 7,3% dari total emisi gas rumah kaca Indonesia tahun 2019.
Oleh karena itu Bappenas bersama pemangku kepentingan terkait mendorong ekonomi sirkular di Indonesia. Ekonomi sirkular sebagai salah satu strategi untuk mewujudkan ekonomi hijau. Di mana ekonomi sirkular mendorong penerapan refuse, rethink, rejuce, reuse, repair, refurbish, remanufacture, reporpose, recycle, dan recover yang mencakup intervensi di seluruh value change.
BACA JUGA : Sampah Olahan Kompos dari DLH Kota Jogja di Lahan Pasir Sanden Bantul Akan Diuruk
Penerapan tersebut didorong pada lima prioritas utama, yakni pangan, elektronik, kemasan plastik, konstruksi, dan tekstil. Apabila dimanfaatkan, Suharso meyakini akan ada peningkatan PDB hingga Rp638 triliun pada 2030 dengan penciptaan 4,4 juta lapangan kerja hijau, serta kontribusi penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 126 juta ton CO2e.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.
Keputusan BTS tidak mengikuti Grammy Awards 2027 kembali memicu perdebatan soal transparansi penghargaan musik dunia. Berikut deretan musisi yang pernah mengkri
iOS 27 hadir dengan Siri AI cerdas, fitur grammar dan proofreading, serta pencarian Spotlight real-time. Jadwal rilis akhir tahun 2026. Simak fitur lengkapnya!