Dampak Timbunan Sampah, Indonesia Berpotensi Rugi Rp551 Triliun Per Tahun

Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina Rabu, 03 Juli 2024 14:27 WIB
Dampak Timbunan Sampah, Indonesia Berpotensi Rugi Rp551 Triliun Per Tahun

Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan timbunan sampah di depo yang ada di wilayah Kota Jogja belum lama ini. - Harian Jogja/Yosef Leon

Harianjogja.com, JAKARTA—Indonesia berpotensi kehilangan pendapatan negara hingga Rp551 triliun akibat timbunan sampah.  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan kehilangan pendapatan negara tersebut dapat dicegah dengan melakukan pengendalian susut dan sisa pangan atau food loss and waste. 

Apabila Indonesia mulai melakukan intervensi dengan penyelamatan food loss and waste, negara dapat menyelamatkan Rp213 triliun hingga Rp551 triliun atau setara dengan 4% hingga 5% produk domestik bruto (PDB) Indonesia.   “Intervensi prioritas dapat menekan jumlah timbunan sampah hingga separuh yang ada saat ini dan mencegah risiko kehilangan ekonomi hingga Rp551 triliun per tahun,” ujarnya dalam Green Economy Expo di Jakarta Convention Center, Rabu (3/7/2024). 

BACA JUGA : Beroperasi September 2024, TPST Modalan Akan Menampung Sampah 27 Ribu KK di Banguntapan

Bukan hanya persoalan ekonomi, pemanfaatan sisa pangan yang masih layak konsumsi juga dapat memenuhi kebutuhan energi setidaknya sebanyak 62% dari total penduduk yg kekurangan energi.  Pengelolaan susut dan sisa makanan turut berkontribusi pada penurunan emisi hingga 1.702,9 metrik ton CO2e atau 7,3% dari total emisi gas rumah kaca Indonesia tahun 2019.

Oleh karena itu Bappenas bersama pemangku kepentingan terkait mendorong ekonomi sirkular di Indonesia.  Ekonomi sirkular sebagai salah satu strategi untuk mewujudkan ekonomi hijau. Di mana ekonomi sirkular mendorong penerapan refuse, rethink, rejuce, reuse, repair, refurbish, remanufacture, reporpose, recycle, dan recover yang mencakup intervensi di seluruh value change.

BACA JUGA : Sampah Olahan Kompos dari DLH Kota Jogja di Lahan Pasir Sanden Bantul Akan Diuruk

Penerapan tersebut didorong pada lima prioritas utama, yakni pangan, elektronik, kemasan plastik, konstruksi, dan tekstil.  Apabila dimanfaatkan, Suharso meyakini akan ada peningkatan PDB hingga Rp638 triliun pada 2030 dengan penciptaan 4,4 juta lapangan kerja hijau, serta kontribusi penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 126 juta ton CO2e.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online