Daya Saing Indonesia Merosot ke Peringkat 48, Infrastruktur Jadi Sorot
Daya saing Indonesia turun ke peringkat 48 dunia pada 2026. Infrastruktur dan efisiensi bisnis menjadi faktor utama yang menekan posisi RI.
Ilustrasi beras di pasar tradisional. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan akuisisi perusahaan produsen beras Kamboja oleh Perum Bulog sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu dipelajari terlebih dahulu.
Pemerintah pasti akan memprioritaskan produksi dalam negeri terlebih dahulu. Dia menilai perintah Jokowi untuk akuisisi perusahaan asing itu merupakan rencana alternatif untuk memastikan ketersediaan pasokan beras dalam negeri. Meski demikian, akuisisi itu bisa juga dimanfaatkan untuk bisnis atau international trading.
Artinya, apabila kebutuhan domestik bisa dipenuhi dari dalam negeri, maka pasokan hasil business-to-business itu bisa diperjualbelikan.
"Itu kan alternatif maka perlu dipelajari. Kalau konsepnya traders sebagai perdagangan dunia kenapa enggak? Banyak kok negara lain punya homebase di Singapura untuk trading jual beli. Barang itu ada tetapi tidak mesti untuk Indonesia. Indonesia kalau memerlukan maka akan lebih mudah, tetapi kalau enggak memerlukan ya international trading. Jadi proses B-to-B nya dapat," katanya kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (14/6/2024).
Arief menjelaskan langkah apa yang harus didahulukan ke depannya untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan di dalam negeri. Baik itu dalam bentuk international trading, produksi luar negeri, maupun menggenjot produksi dalam negeri juga secara paralel. Akan tetapi, lanjutnya, dia memastikan bahwa pemerintah mengutamakan produksi dalam negeri. Hal itu dilakukan misalnya dengan menaikkan kuota pupuk subsidi menjadi 9,5 juta ton hingga menyiapkan pembangunan waduk untuk mengairi pertanian.
Presiden Jokowi dalam kesempatan terpisah mengatakan pemerintah sudah melakukan berbagai hal untuk memastikan produktivitas petani dalam negeri. Salah satunya dengan membangun waduk untuk mengairi pertanian. Dia menyebut 43 dari target 61 waduk sudah dibangun.
"Dan itu adalah urusan kehidupan manusia, sekali lagi begitu produksi karena panas, urusan air enggak kita urus, produksi turun, stok menipis, otomatis harga pasti naik. Otomatis juga inflasi pasti akan naik lagi. Rentetan ini yang harus diantisipasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Daya saing Indonesia turun ke peringkat 48 dunia pada 2026. Infrastruktur dan efisiensi bisnis menjadi faktor utama yang menekan posisi RI.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.
Cek jadwal terbaru KRL Jogja-Solo hari ini, Rabu 29 Juli 2026. Keberangkatan dari Stasiun Tugu hingga Palur mulai pagi hingga malam.