Pendaki Gunung Wajib Tahu, Hindari Baju Katun agar Tak Kena Hipotermia
Pendaki gunung perlu waspada hipotermia. Pakar UMY mengingatkan bahaya baju katun dan membagikan cara menjaga suhu tubuh saat mendaki.
Foto ilustrasi beras. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Posisi ketahanan pangan Indonesia disebut semakin menguat seiring lonjakan produksi dan turunnya ketergantungan impor. Stok beras nasional bahkan telah mencapai 4,3 juta ton dan ditargetkan naik menjadi 4,5 juta ton dalam waktu dekat.
Andi Amran Sulaiman menegaskan, capaian tersebut menjadi indikator penting bahwa Indonesia mulai keluar dari tekanan sebagai negara pengimpor pangan. Dalam situasi krisis global, penguatan produksi dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas nasional.
“Kalau pangan tidak kita kuasai, negara bisa ditekan. Tapi hari ini kita buktikan, produksi naik, impor turun, dan Indonesia semakin kuat,” ujarnya dalam kegiatan di Lembang, Jawa Barat.
Menurut dia, pangan bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan bagian dari sistem pertahanan negara. Ketergantungan pada impor disebut sebagai titik lemah yang bisa dimanfaatkan negara lain, terutama saat terjadi gangguan pasokan global.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan Indonesia kini telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas strategis, meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Peningkatan produksi tersebut juga tercermin dari data internasional, termasuk laporan United States Department of Agriculture yang mencatat tren positif sektor pangan Indonesia.
Amran menilai langkah pengendalian impor yang diambil pemerintah mulai memberikan dampak luas, bahkan hingga memengaruhi dinamika harga pangan global. Sejumlah negara seperti Malaysia, Australia, Jepang, hingga Kanada disebut mulai mempelajari strategi Indonesia.
Selain pangan, pemerintah juga menaruh perhatian pada kemandirian energi sebagai bagian dari ketahanan nasional. Indonesia yang menjadi produsen crude palm oil terbesar di dunia dinilai memiliki peluang besar mengendalikan rantai industri melalui penguatan sektor hilir.
“Kalau pangan dan energi kita kuat, tidak ada negara yang bisa menekan kita,” tegas Amran.
Penguatan sektor pertanian juga disebut berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Program berbasis desa dinilai mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan daya beli, serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Melalui penguatan koperasi, rantai distribusi dipangkas sehingga keuntungan lebih besar dinikmati petani, sementara harga tetap terjangkau bagi konsumen.
“Kalau desa bergerak, ekonomi tumbuh, negara akan kokoh,” ujarnya.
Dengan kombinasi ketahanan pangan, kemandirian energi, dan hilirisasi sumber daya strategis, Indonesia dinilai berada di jalur menuju kekuatan global baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendaki gunung perlu waspada hipotermia. Pakar UMY mengingatkan bahaya baju katun dan membagikan cara menjaga suhu tubuh saat mendaki.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.
Prof Sarwidi menilai mitigasi gempa menjadi penentu dampak bencana. Perbedaan kerusakan di Venezuela dan Jepang menjadi pelajaran bagi Indonesia.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global.
Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol.