Kemenkes Catat 84,8 Persen Anak Usia 5-9 Tahun Alami Karies Gigi
Kemenkes mencatat prevalensi karies pada anak usia 5-9 tahun mencapai 84,8%. Masyarakat diimbau rutin memeriksa dan menjaga kesehatan gigi.
Ilustrasi perubahan iklim./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian mengatakan penelitian dan pengembangan teknologi menjadi alat yang ampuh dalam menghadapi situasi ancaman perubahan iklim.
"Melalui riset kita bisa memprediksi bagaimana sekarang perubahan iklim mempengaruhi pemanasan global," ujarnya, di Jakarta, Kamis (13/6/2024).
Amarulla menuturkan perubahan iklim berdampak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Suhu di Jakarta mengalami peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu. Para peneliti terus berupaya untuk mengatasi laju pemanasan global dan menekan kenaikan permukaan laut. Saat ini riset perubahan iklim lebih condong ke arah upaya mitigasi dan adaptasi.
BACA JUGA : UMKM Jogja Diajak Berjejaring dan Beradaptasi di Tengah Isu Perubahan Iklim
Bagi Indonesia yang merupakan negara maritim, kata dia, kenaikan muka laut bisa berdampak buruk terhadap kondisi pulau-pulau kecil. Amarulla mencontohkan Sumatera Barat (Sumbar) kini sudah mengalami abrasi yang luar biasa. Sedangkan di Jakarta intrusi air laut sudah merambat masuk hingga ke kawasan Monumen Nasional (Monas).
"Kita harus mengatasi bagaimana permasalahan ini, sehingga kerja sama dengan Asia Pacific Network for Global Change Research [APN] sangat penting," ujarnya.
Pada 13 Juni 2024 BRIN menjadi tuan rumah pertemuan antar-pemerintah yakni "The 26th Intergovernmental Meeting of the Asia Pacific Network for Global Change Research 2024". Pertemuan itu berlangsung di Gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat.
BACA JUGA : Cegah Perubahan Iklim, Puteri Indonesia 2024 DIY Tanam Mangrove dan Lepaskan Tukik
Dalam pertemuan itu Indonesia mengangkat topik tentang perubahan iklim, bencana alam, dan permasalahan lingkungan hidup di wilayah pesisir. BRIN memandang topik itu sangat relevan bagi Indonesia dan Asia Tenggara yang sangat rentan terhadap bencana terkait iklim dan permasalahan lingkungan, terutama di wilayah pesisir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkes mencatat prevalensi karies pada anak usia 5-9 tahun mencapai 84,8%. Masyarakat diimbau rutin memeriksa dan menjaga kesehatan gigi.
Jadwal KA Bandara YIA, Kamis 15 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 15 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 15 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis15 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
DPRD Sleman mengimbau warga mengurangi pembakaran sampah, membatasi aktivitas luar ruang, dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan asap.