Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Macam-macam alat kontrasepsi untuk Program Keluarga Berencana - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA–Alat kontrasepsi untuk pria berbentuk gel yang dapat menekan hormon testosteron tetapi tidak memengaruhi gairah seks atau efek samping lainnya tengah dikembangkan.
Dilansir usnews.com, kontrasepsi ini tengah dikembangkan peneliti dari Program Pengembangan Kontrasepsi Institut Kesehatan Nasional AS (NIH). Hormon nestorone adalah hormon sintetis atau disebut progestis yang biasanya digunakan pada alat kontrasepsi wanita. “Meskipun penelitian telah menunjukkan beberapa agen hormonal mungkin efektif untuk kontrasepsi pria, lambatnya penekanan spermatogenik [telah] menjadi batasannya,” kata kepala program NIH, Diana Blithe, dikutip Rabu (5/6/2024).
Uji coba alat kontrasepsi gel ini telah memasuki tahap ke-2 yang melibatkan 222 pria berusia 18 hingga 50 tahun. Mereka diminta mengoleskan 5 mililiter gel atau setara satu sendok teh ke bagian tulang belikat satu kali sehari.
Selama penelitian berlangsung tepatnya di minggu ke-12, peneliti menemukan hasil bahwa 86% peserta dapat menekan jumlah sperma 1 juta per milliliter. Sedangkan jika dibandingkan tanpa alat kontrasepsi, jumlah sperma normal berkisar 15 juta hingga 200 juta per milliliter.
Meski mampu menekan jumlah sperma, peneliti menyebutkan kualitas sperma masih dalam batas yang baik. Walaupun jumlah sperma rendah mampu memperkecil kehamilan. Selain itu, nantinya pasangan yang menggunakan gel tersebut harus menjalin komitmen untuk berhubungan setidaknya sebulan sekali selama satu tahun.
Baca Juga
Minim! Partisipasi Suami dalam Program KB Hanya 5 Persen
Tingkatkan Kesertaan KB Pria, Perwakilan BKKBN DIY Selenggarakan Lomba Kelompok KB Pria
Ciptakan Momentum, DIY dan Seluruh Provinsi Layani Sejuta Akseptor KB dalam Sehari
“Pengembangan metode kontrasepsi yang aman, sangat efektif, dan dapat dibalik untuk pria merupakan kebutuhan yang belum terpenuhi,” jelas Diana.
“Waktu yang lebih cepat untuk menekan obat ini dapat meningkatkan daya tarik dan penerimaan obat ini bagi calon pengguna,” lanjutnya.
Sebagaimana disebutkan sky news.com, salah satu peserta uji coba bernama Logan Whitehead (24) mengatakan penggunaan alat kontrasepsi tersebut harus segera disetujui karena dianggap dapat menjadi alternatif alat pencegah kehamilan. Selain itu, menurutnya alat kontrasepsi berbentuk gel sangat mudah diaplikasikan dan tidak memiliki efek samping saat digunakan. “Gelnya proses sangat mudah,” kata Logan “Pada dasarnya seperti meminum pil untuk hari itu,” imbuhnya.
Pengembangan alat kontrasepsi bukan tanpa sebab. Pasalnya, Berdasarkan survei tahun 2023 yang diterbitkan dalam jurnal Contraception, setidaknya tiga perempat dari 2.066 responden pria menginginkan alat kontrasepsi model terbaru.
Lalu pada tahun 2019, menurut kelompok nirlaba memprediksi lebih dari 17 juta pria di AS menginginkan berbagai pilihan alat kontrasepsi. Namun, inovasi alat kontrasepsi berbentuk gel ini masih melewati uji coba fase 3 dengan biaya yang jauh lebih besar. Selain itu, alat kontrasepsi ini perlu mendapatkan persetujuan izin edar dari lembaga atau badan setempat yang menaungi pengawasan peredaran alat kontrasepsi sehingga penggunaannya benar-benar aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Gus Rozin menghormati mekanisme AHWA dalam pemilihan Ketum PBNU dan mengajak warga NU menjaga persatuan setelah keputusan Muktamar ke-35.
Komisi III DPR RI merumuskan 13 jenis tindak pidana yang menjadi sasaran RUU Perampasan Aset. Simak daftar lengkapnya.
Jepang mengeluarkan peringatan khusus hujan lebat di Fukui. Sekitar 244.000 warga diminta mengambil langkah keselamatan darurat.
Prabowo membahas penyesuaian syarat rekrutmen suku Dayak pedalaman menjadi prajurit TNI dan meminta Babinsa edukasi bahaya karhutla.
Investor mengantre masuk KEK Kendal-Batang setelah lahan terpakai 100 persen. Pemerintah menyiapkan perluasan kawasan.