Advertisement
Minim! Partisipasi Suami dalam Program KB Hanya 5 Persen
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, saat menyampaikan pemaparan dalam acara penandatanganan naskah kesepahaman BKKBN dan Tanoto Foundation yang ditayangkan secara virtual, Kamis (20/5/2021). - ANTARA/Andi Firdaus
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Program Keluarga Berencana (KB) seharusnya tidak hanya dijalankan oleh istri tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari suami. Hingga saat ini partisipasi suami masih minim.
"Partisipasi suami penting sekali menurut saya karena jika selama KB hanya dibebankan kepada istri itu tidak fair. Yang hamil istri, melahirkan istri, KB juga istri, kan tidak fair," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo dikutip dari Antara-jaringan Harianjogja.com, Rabu (29/4/2022).
Advertisement
Saat ini, terdapat dua pilihan kontrasepsi bagi pria yakni kondom dan vasektomi. Vasektomi merupakan kontrasepsi yang dilakukan untuk memutus pengeluaran sperma dari testis. Dengan demikian, air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi tidak mengandung sperma sehingga tidak dapat menyebabkan kehamilan.
Sayangnya, berdasarkan data BKKBN, kata Hasto, saat ini partisipasi suami dalam program KB hanya 5 persen.
Baca juga: Sekolah di Bantul Kekurangan Murid karena Program Keluarga Berencana
Minimnya partisipasi suami dalam program KB disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang KB pria hingga kekhawatiran bahwa vasektomi dapat mengganggu fungsi testis.
Padahal, Hasto mengatakan, vasektomi tidak akan mengganggu fungsi testis maupun menyebabkan suami menjadi impoten. Pasalnya, menurut dia, saat ini telah banyak akseptor KB pria yang menceritakan pengalamannya bahwa kehidupan seksual mereka bersama istri tetap berjalan baik.
"Motivator KB pria itu kan ada tentara, polisi, mereka bercerita setelah di-KB tetap biasa saja. Bahkan yang sering ngomong itu juga istrinya," ujar Hasto.
"Vasektomi itu bukan kebiri. Masih jauh. Jangan salah mengartikan. Vasektomi itu hanya mengikat saluran supaya spermanya tidak keluar, gitu aja," tegasnya.
Demikian juga yang disampaikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Beeleonie, BMedSc, SpOG-KFER. Dia mengatakan, vasektomi bahkan hampir tidak menimbulkan efek apapun.
"Efek vasektomi pada laki-laki hampir enggak ada, cuma tidak bisa menghamili aja. Tapi untuk libido tidak terganggu, untuk vitalitas juga tidak. Produksi sperma di testis juga tetap berlangsung," kata Bee.
Untuk meningkatkan partisipasi suami dalam program KB, Hasto mengatakan BKKBN terus melakukan edukasi terkait KB pria, salah satunya dengan kampanye yang melibatkan para akseptor KB pria sebagai motivator.
"Kalau BKKBN caranya dengan motivator KB pria. Artinya orang yang sudah di-KB itu dia yang ngomong. Makanya sekarang ini kan yang promosi kemana-mana itu akseptor atau orang yang sudah divasektomi," tutup Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Warga Kutoarjo Bisa Cek Jadwal Prameks ke Jogja Kamis 19 Maret 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Jogja Hari Ini Cerah, Cocok untuk Mudik
- Tips Ala Honda, 6 Hal Penting Bagi Pengendara Motor Saat Mudik
- Hancurkan Man City, Real Madrid Lolos Perempat Final Liga Champions
- Comeback Sensasional, Sporting CP ke Perempat Final Liga Champions
- Layanan SIM DIY Libur saat Lebaran 2026, Cek Masa Dispensasinya
- Prakiraan Cuaca DIY Rabu 18 Maret 2026: Hujan Ringan di 3 Wilayah
- Gelar Juara Senegal Dicabut, Maroko Resmi Dinobatkan Jawara AFCON 2026
Advertisement
Advertisement








