Biosferun 2026 Lintasi 3 Kabupaten di 2 Provinsi, Ini Jadwal dan Rutenya
Ajang lari lintas alam Biosferun 2026 kembali digelar pada 18 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, event trail run ini menawarkan pengalaman berbeda.
Personel BPBD OKU Selatan membersihkan material sisa banjir dan tanah longsor, Sabtu. (ANTARA/Edo Purmana/24)
Harianjogja.com, MARADUA—Sebanyak 883 rumah di kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel) terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Data tersebut berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan Heri Pramono di Muaradua, Sabtu (1/6/2024), mengatakan pasca-bencana alam yang terjadi pada Rabu (29/5/2024), pihaknya terus melakukan pendataan jumlah korban terdampak banjir dan tanah longsor.
"Berdasarkan hasil pendataan terakhir tercatat sebanyak 883 rumah warga di 15 desa di OKU Selatan terdampak bencana banjir dan tanah longsor," katanya.
Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak tiga unit rumah yang rusak berat setelah dihantam tanah longsor.
BACA JUGA: Basarnas Kerahkan 5 Unit Tim SAR Cari Korban Hilang Akibat Banjir Luwu
Bahkan, kata dia, bencana alam yang disebabkan luapan Sungai Saka dan Sungai Selabung itu merenggut dua orang korban jiwa akibat diterjang banjir dan tanah longsor.
Selain itu, bencana alam juga merusak sejumlah fasilitas umum, seperti enam unit jembatan gantung, satu unit tempat ibadah dan perkantoran, irigasi dan 96 hektare perkebunan terendam banjir mencapai satu meter, sehingga petani terancam gagal panen.
Ia mengaku saat ini pihaknya masih fokus melakukan pemulihan pasca-bencana, seperti membersihkan material sisa banjir dan tanah longsor menggunakan alat berat agar aktivitas masyarakat kembali normal.
"Sejauh ini beberapa titik wilayah yang tertutup longsoran tanah sudah dibersihkan oleh personel BPBD dibantu masyarakat sekitar," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ajang lari lintas alam Biosferun 2026 kembali digelar pada 18 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, event trail run ini menawarkan pengalaman berbeda.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.