Perjalanan Wisnus Tembus 938,84 Juta hingga September 2026
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Transfusi darah - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Skandal besar tercemarnya darah transfusi selama lebih dari empat dekade terbongkar di Inggris. Sekitar 30.000 warga Inggris didapati terinfeksi HIV dan hepatitis.
Malapraktek transfusi darah ini telah ditutupi selama lebih dari empat dekade oleh pemerintah Inggris.
Dilansir AlJazeera, menurut laporan Infected Blood Inquiry terinfeksinya ratusan ribu orang tersebut ketika pada 1970 hingga awal 1990 mereka mendapatkan transfusi darah yang ternyata sudah terinfeksi.
Transfusi darah diberikan kepada orang yang mengalami kecelakaan dan menjalani pembedahan. Akibatnya mereka menderita kelainan darah seperti hemofilia. Diperkirakan 3.000 orang meninggal dunia dan masih banyak lainnya yang menanggung penyakit selama seumur hidup akibat skandal tersebut.
Dalam laporan tersebut menyebutkan pemerintah Inggris dan National Health Service adalah pihak yang bertanggungjawab atas skandal transfusi darah tersebut.
Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak mengatakan skandal ini sebagai kegagalan moral yang berlangsung selama puluhan tahun.
"Hasil dari penyelidikan ini mengguncang bangsa kita hingga ke akar-akarnya," kata Sunak, dikutip pada Rabu (22/5/2024).
Dia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena telah membiarkan para korban yang dibiarkan begitu saja tanpa tindakan medis lebih lanjut.
BACA JUGA: Gara-gara Penuhi Permintaan SYL, Kementan Punya Utang Miliaran Rupiah ke Vendor
"Laporan hari ini menunjukkan kegagalan moral selama puluhan tahun di jantung kehidupan nasional kita. Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sepenuh hari dan tegas," jelasnya, dikutip dari BBC.
Sunak menyatakan siap bertanggungjawab kepada korban dengan memberikan total kompensasi lebih dari Rp9 triliun.
Brian Langstaff, pemimpin penyelidikan kasus tersebut mengatakan skandal itu sangat mengerikan dan pihak berwenang tidak sigap dalam menanganinya.
Dia juga menyampaikan pemerintah Inggris menyembunyikan kebenaran atas skandal transfusi darah. Bahkan, di tahun 1993 seorang pejabat menghancurkan dokumen terkait kasus itu.
"Penularan ini terjadi karena pihak berwenang, dokter, layanan darah, dan permintaan tidak mengutamakan keselamatan pasien," kata Brian.
Dia menyebutkan setidaknya 380 anak mengalami kelainan darah seperti HIV setelah melakukan transfusi darah yang dianggap dapat menyembuhkan penyakitnya.
Terlebih, lanjutnya, proses penyelidikan membutuhkan waktu lama akibat orang-orang penting telah meninggal atau tidak memiliki bukti yang kuat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Thierno Barry mencetak dua gol saat Everton menang 3-1 atas Coventry. Hasil ini membawa The Toffees naik ke posisi kelima Liga Inggris.
Venezia menang 2-1 atas Udinese di pekan ke-11 Serie A. Gol Kike Perez membawa I Lagunari keluar dari dasar klasemen.
Kevin Diks tampil pada babak kedua saat Borussia Monchengladbach kalah 1-3 dari Hamburg. Gladbach tetap di dasar klasemen Bundesliga.
Kourtney Kardashian membantah rumor berpisah dari Travis Barker. Ia menyebut kabar itu berasal dari video TikTok yang tidak benar.
Kimi Antonelli menjadi pembalap tercepat pada Jumat GP Sao Paulo 2026. Ia unggul 0,253 detik atas Lando Norris di FP2.