Dituding Melarang Warung Madura Beroperasi 24 Jam, Ini Klarifikasi Kemenkop-UKM
SesKemenKopUKM Arif Rahman Hakim mengaku tidak pernah melarang warung Madura untuk beroperasi 24 jam seperti rumor yang beredar belakangan ini.
LPG 3 kg - dok/Solopos
Harianjogja.com, JAKARTA — Pendataan dan pencocokan pengguna liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram terus dilakukan oleh pemerintah. PT Pertamina Patra Niaga mencatat jumlah transaksi LPG 3 kilogramlewat merchant apps Pertamina telah mencapai 41,8 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Angka itu dihimpun Pertamina hingga April 2024, seiring dengan komitmen pemerintah untuk membenahi subsidi gas melon tersebut di tengah masyarakat.
“Hingga April 2024, pencatatan ini sudah membaik secara nasional sudah mencapai 98%, sehingga secara behavior ini untuk 1 Juni mendatang 100%, saya rasa ini cukup siap,” kata Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra lewat siaran pers, Jumat (10/5/2024).
Adapun, Pertamina mencatat sebanyak 86% transaksi itu berasal dari segmen rumah tangga.
Pada Februari 2024 lalu, tercatat sekitar 204.000 pangkalan atau 82% dari total jumlah pangkalan yang sudah 100% melakukan pencatatan.
Kemudian pada Maret 2024 jumlahnya terus bertambah sampai 91% dari total jumlah pangkalan yang sudah melakukan pencatatan 100%, diharapkan seluruh pangkalan bisa terus meningkatkan efektivitas pencatatannya.
“Hanya saja memang nanti di dalam sosialisasi ini kita menunggu bagaimana kebijakan-kebijakan pada situasi-situasi apabila sistem down dan lain-lain,” kata dia.
BACA JUGA: Pembelian LPG Pakai KTP, Pemkab Bantul Masih Proses Pendataan
Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Mustika Pertiwi mengatakan hingga saat ini Pemerintah telah melaksanakan pendataan atau pencocokan data pengguna LPG Tabung 3 Kg di 411 kabupaten/kota.
Latar belakang transformasi subsidi LPG Tabung 3 Kg ini adalah yang pertama, pendistribusian sistem terbuka sehingga setiap orang bebas membeli LPG Tabung 3 Kg.
Kemudian terdapatnya beberapa kasus penyalahgunaan LPG Tabung 3 Kg, seperti pemindahan isi LPG Tabung 3 Kg ke non-subsidi.
Yang ketiga adalah volume LPG Tabung 3 Kg setiap tahun mengalami peningkatan, sedangkan volume LPG non-subsidi mengalami penurunan.
Yang keempat, pencatatan transaksi LPG Tabung 3 Kg di sub penyalur saat ini belum efektif karena masih bersifat manual menggunakan notebook sehingga sangat rawan penyalahgunaan.
“Pertamina juga telah selesai melakukan pengembangan sistem integrasi Si Melon dan merchants apps, maka metode verifikasi isi ulang LPG 3 kg Ditjen Migas yang semula berdasarkan lookbook manual menjadi berdasarkan data dari merchants apps atau digitall” kata Mustika lewat siaran pers.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
SesKemenKopUKM Arif Rahman Hakim mengaku tidak pernah melarang warung Madura untuk beroperasi 24 jam seperti rumor yang beredar belakangan ini.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.