IHSG Dibuka Menguat! Sentimen Global dan AI Dorong Bursa ke Zona Hijau
IHSG menguat ke 5.936 pada perdagangan pagi. Sentimen global, AI, dan proyeksi IMF jadi pendorong utama pasar saham hari ini.
Jalur Pansela Tulungagung-Trenggalek/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga mengungkapkan Jalur Pantai Selatan Jawa (Pansela) dapat menjadi jalur alternatif bagi masyarakat untuk mudik maupun balik pada Lebaran 2024.
"Jalur ini sudah membentang di sisi selatan mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Jalur Pansela ini bisa menjadi alternatif jalur mudik dan balik Lebaran yang sangat menarik dengan panorama alam indah," ujar Kepala Subdit 1 C Direktorat Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Ditjen Bina Marga Agung Prabowo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/4/2024).
Agung menambahkan, sepanjang jalur Pansela ini banyak juga tempat wisata dan kuliner yang menarik untuk dikunjungi para pemudik Lebaran. Jalur Pansela ini membentang dari Banten sampai dengan Banyuwangi yang sudah terbangun sepanjang 1.311,32 km dari rencana total panjang jalan yang akan dibangun sekitar 1.545 km.
"Seperti tahun-tahun sebelumnya bahwa sebagai upaya untuk mengurangi beban atau kepadatan lalu lintas di jalur Pantura dan tengah Pulau Jawa, Ditjen Bina Marga secara bertahap juga sudah membangun serta meningkatkan jalan dan jembatan di jalur Pantai Selatan Pulau Jawa [Pansela]," kata Agung.
Kementerian PUPR terus membangun berbagai proyek infrastruktur khususnya akses jalan untuk wilayah Pulau Jawa. Selain jalan tol, yang juga menjadi perhatian adalah lintas jalan antar provinsi khususnya wilayah jalan Pantai Selatan (Pansela).
Jalur Pansela merupakan jaringan jalan yang melintas di pesisir selatan Pulau Jawa, menghubungkan rute yang sejajar dengan Jalur Pantura yaitu Cilegon–Anyer–Pangandaran–Jogja–Banyuwangi. Jalur ini sejajar dengan garis pantai selatan Jawa dimana setidaknya melewati 5 provinsi di pesisir selatan Pulau Jawa, yakni Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Jalur Pansela yang membentang dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur ini merupakan jalan yang memiliki pemandangan indah (scenic road). Kehadiran jalan Pansela memperluas pilihan bagi pengendara untuk melintas Pulau Jawa, yaitu pilihan jalur utara, jalan tol Trans Jawa, jalur tengah dan pilihan jalur selatan.
BACA JUGA : Sempat Dibatalkan, 2024 Tarif Retribusi Wisata Pansela Bantul akan Dinaikkan
Perluasan pilihan ini diharapkan akan membawa pengaruh pada pola-pola lalu lintas di pulau Jawa yang berdampak terhadap berkurangnya tingkat kepadatannya, dan memangkas waktu tempuh kendaraan.
Pembangunan jalur Pansela tersebut berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di sekitar. Hal itu terlihat banyaknya masyarakat yang berjualan di tempat wisata sepanjang jalur selatan ini. Jalan ini juga dioptimalkan dengan dibangunnya rest area untuk pengguna jalan agar bisa beristirahat sejenak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG menguat ke 5.936 pada perdagangan pagi. Sentimen global, AI, dan proyeksi IMF jadi pendorong utama pasar saham hari ini.
Presiden Prabowo Subianto minta birokrat, TNI, Polri, dan jaksa introspeksi. Tegaskan aparatur negara milik rakyat dan korupsi tidak boleh dibiarkan.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Baru Dua Bulan Lulus, 89,74% Lulusan SMK-SMTI Yogyakarta Terserap Industri, Mayoritas Sudah Bekerja Sebelum Wisuda
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY membidik sekitar 200 titik di wilayah DIY untuk menggelar program bedah buku secara masif