Aksi Teror Marak di Dunia, Polri Antisipasi Serangan Terorisme Saat Lebaran 2024

Newswire
Newswire Kamis, 28 Maret 2024 14:27 WIB
Aksi Teror Marak di Dunia, Polri Antisipasi Serangan Terorisme Saat Lebaran 2024

Foto Ilustrasi: Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan barang bukti bahan peledak dan bom rakitan untuk proses penyelidikan. /ANTARA FOTO-Fakhri Hermansyah

Harianjogja.com, JAKARTA—Asisten Kapolri Bidang Operasi (Assop) Irjen Pol. Verdianto Iskandar Bitticaca mengatakan menyusul aksi teror di gedung konser Moskow, Rusia, isu terorisme saat ini tengah marak, menyusul aksi teror di gedung konser Moskow, Rusia. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pun berusaha mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama liburan Lebaran 2024.

"Jadi, memang sekarang isu terorisme yang lagi marak, apalagi kemarin kejadian di Rusia," kata Verdianto dalam acara Latpaops Operasi Ketupat 2024 di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (28/3/2024).

Jenderal polisi bintang dua itu menjelaskan bahwa ada perilaku meniru bila terjadi aksi teror di luar negeri. "Memang kadang kala ada kejadian di luar negeri ini menjadi role model oleh pelaku-pelaku yang ada di Indonesia," katanya.

Hal tersebut yang menjadi atensi jajaran Polri yang tergabung dan misi tugas Operasi Ketupat 2024 untuk antisipasi jangan sampai terjadi letupan (aksi terorisme). Polri, kata dia, telah menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Menko Polhukam membahas antisipasi serangan teroris usai aksi teror di Rusia terjadi. "Ikut juga kami antisipasi, dan sudah dirapatkan dengan Menko Polhukam," kata Verdianto.

Baca Juga

Buntut Serangan Teroris di Moskow, Rusia Umumkan Hari Berkabung Nasional

Rusia Diserang Teroris, Ini Dia 6 Aksi Terorisme Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

Pernyataan ISIS Terkait Penembakan di Rusia: Pejuang Kami Menyerang Pinggiran Moskow, Kembali dengan Selamat

Langkah antisipasi ini telah disiapkan, baik oleh Densus 88 Antiteror Polri, BNPT, maupun jajaran intelijen. "Semua sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dan memonitor semua jaringan terorisme di Indonesia," katanya.

Baik Polri maupun BNPT mencatat pada tahun 2023 nihil terjadi kasus serangan terorisme. Densus 88 Antiteror Polri selama 2023 menangkap dan mengungkap 143 tersangka teroris yang tersebar di wilayah Indonesia. Penangkapan ini, menurut dia, merupakan upaya Polri dalam memberantas di Tanah Air.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online