Gempa Kumamoto Jepang Tewaskan 38 Orang, 9.200 Mengungsi
Update gempa Kumamoto Jepang, 38 orang tewas, lebih dari 9.200 warga mengungsi, ribuan rumah terdampak dan layanan dasar masih terganggu.
Jajaran Kementerian Agama berfoto bersama dengan pemengaruh yang mengikuti workshop Hisab Rukyat. (ANTARA/HO-Kemenag)
Harianjogja.com, JAKARTA—Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menggandeng ratusan influencer menjadi kader Hisab Rukyat nasional jelang Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi. Tujuannya mengenalkan lebih dekat proses pemantauan Hisab Rukyat yang selama ini dilakukan pemerintah.
Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan di era kemajuan teknologi, kontestasi di ruang publik akan didominasi oleh mereka yang paling sering hadir. Maka, Kemenag menggandeng influencer atau pemengaruh untuk mengisi ruang tersebut.
"Para influencer atau para aktivis media sosial, kalian, lah, yang akan memenangkan kontestasi itu. Jadi, saya kira kegiatan ini akan sangat produktif, karena kita akan mencoba mengambil porsi dalam kontestasi di dunia maya," ujar Kamaruddin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (9/3/2024).
Menurutnya, kegiatan edukasi, simulasi, dan visualisasi hilal awal Ramadhan yang bertajuk "Catch the Moon Ramadhan Kareem" dari 8-10 Maret 2024 di Jakarta ini ingin mengenalkan lebih dekat proses pemantauan Hisab Rukyat yang selama ini dilakukan pemerintah.
"Kami ingin memperkenalkan Hisab Rukyat, yang sesungguhnya merupakan kebutuhan umat Islam seluruh dunia, tetapi tidak banyak diketahui," kata dia.
Baca Juga
Kemenag Tetap Gelar Sidang Isbat Besok Minggu (10/3/2024)
Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal ramadan 10 Maret 2024
Siapkan KUA untuk Semua Agama, Litbang Kemenag Siapkan Policy Brief
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib, mengatakan kaderisasi Hisab Rukyat ini dikemas dalam berbagai kegiatan, termasuk melibatkan generasi muda dan pemengaruh dari seluruh Indonesia.
Adib mengatakan pendaftar melalui daring lebih dari 3.500 orang. Para pemengaruh yang datang langsung juga akan mengikuti workshop bersama Tim Kehumasan Ditjen Bimas Islam.
"Ada juga yang hadir melalui Zoom sebanyak 734 peserta. Selain itu, juga ada yang mengikuti melalui live streaming. Jadi, peserta keseluruhannya sekitar 3.500 orang," kata Adib.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menghasilkan dua hal. Pertama, pemahaman di kalangan milenial dan umat Islam tentang bagaimana mekanisme Sidang Isbat penentuan awal bulan Kamariyah, terutama Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. "Dengan adanya pemahaman ini, maka terjadi saling pengertian terkait dengan persoalan Hisab Rukyat," ujarnya.
Kedua, tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun pemahaman bersama tentang pentingnya memberi layanan kepada masyarakat terkait waktu shalat, puasa, lebaran, dan ibadah lainnya yang membutuhkan ilmu astronomi Islam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Update gempa Kumamoto Jepang, 38 orang tewas, lebih dari 9.200 warga mengungsi, ribuan rumah terdampak dan layanan dasar masih terganggu.
Basarnas mengevakuasi 232 korban kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Perairan Utara Sumenep. Sebanyak 227 orang selamat dan lima meninggal dunia.
DPC PKB Sleman periode 2026–2031 resmi dikukuhkan. Pengurus baru langsung menargetkan kemenangan Pemilu 2029 dan memperkuat konsolidasi partai.
Menhan sementara Iran menegaskan setiap ancaman dari musuh dianggap nyata. Teheran juga menyatakan siap mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.
Bahlil Lahadalia menegaskan Golkar tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dan menargetkan kenaikan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.