Suzuki XL7 Terbaru Resmi Meluncur di Indonesia
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna
Acara Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja, di Jogja Rabu (7/2/2024). - ist/BKKBN
JOGJA—Percepatan penurunan stunting merupakan salah satu amanah dari Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Oleh karena itu Kepala BKKBN RI dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) bersama Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, mengajak mitra kerja untuk menggalakan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting. Dalam kegiatan ini, melibatkan berbagai elemen Pemerintah, TNI, POLRI, Posyandu, sampai ke Tim Pendamping Keluarga di setiap kelurahan dan kemantren di Kota Jogja.
Kepala BKKBN RI berterima kasih kepada Pemerintah Kota Jogja yang sudah menjalankan amanah untuk terus menurunkan angka stunting sehingga di Kota Jogja memiliki predikat ter rendah di antara lima kabupaten dan kota di DIY
"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Jogja yang terus berupaya untuk menurunkan angka stunting. Hasilnya bisa dilihat bahwa DIY angka stunting jauh di bawah 20% yaitu adalah 15%. Dan ini adalah berkat sinergitas kita bersama."
Namun demikian, masyarakat DIY dihimbau untuk tidak merasa puas diri akan predikat yang sudah dimiliki. Karena pada kenyataanya masih banyak aspek yang perlu dibenahi dan perlu diperhatikan di lingkungan Kota Jogja.
BACA JUGA: Mahfud MD Sebut Bansos Cukup Dibagikan oleh Lurah
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mengatakan, ada aspek penting yang sedang kami dibenahi dan dicari jalan keluar. Untuk yang pertama adalah ketersediaan lahan. Lahan pertanian di DIY setiap tahun beralih fungsi kurang lebih 250 hektar, untuk lahan pertanian pangan yang melahirkan padi dan sebagainya setiap tahun berkurang 120 hektare.
Jika kita hitung dalam skala 20 tahun kedepan jika keadaan ini tidak diperhatikan, akan ada 2400 hektar lahan pertanian pangan yang beralih fungsi menjadi lahan industri dengan akibat kita akan kehilangan potensi pangan kurang lebih 12.000 ton beras. Jika kita biarkan maka generasi selanjutnya akan kesusahan mencari makanan di kota sendiri.
Tantangan selanjutnya adalah kualitas air. Di Jogja kualitas air setiap tahun menurun karena adanya limbah yang berlebih.
Maka dari itu, kami bersama pemangku kepentingan lain sedang membuat penambahan lahan pangan dan penambahan teknologi pangan. Serta membuat gerakan tanam pohon di setiap rumah untuk mendukung pertumbuhan baik untuk anak. Karena pertumbuhan baik untuk anak tidak hanya pola bakan yang bagus tapi juga udara yang baik dan air yang bersih.
Tujuan kita adalah untuk mendukung pertumbuhan penduduk yang baik dan lingkungan yang baik
Eko Suwanto juga mengimbau untuk masyarakat DIY khususnya di Kota Jogja untuk terus mendukung dan menjalankan program-program dalam rangka menurunkan angka stunting di DIY dengan harapan tidak ada lagi anak yang mengalami stunting di DIY. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Pemerintah menghormati putusan MK soal pemisahan anggaran MBG dari dana pendidikan dan akan mengkaji dampaknya terhadap APBN.
Prabowo meminta gubernur dan bupati tidak mengerahkan warga untuk menyambut kunjungan kerjanya agar masyarakat tidak menunggu berjam-jam.